• Surabaya, pens.ac.id – Peluncuran Program Studi Baru dan Pameran Produk Inovasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai dilaksanakan pada Kamis (22/4). Program studi baru PENS yakni Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia dan Teknologi Rekayasa Internet diresmikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini bertempat di Ruang Pusat Inovasi dan Startup PENS Lt. 5 Gedung Pascasarjana PENS dan turut dihadiri oleh sivitas akademika PENS dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Diawali dengan kunjungan pameran produk inovasi PENS, Wikan Sakarinto mengunjungi satu per satu stand produk yang ada. Dalam kesempatan ini, Wikan Sakarinto turut mencoba E-Bike, sepeda hasil kolaborasi PENS dengan perusahaan PT. Insera Sena yang merupakan produsen sepeda Polygon. E-Bike yang dibuat ini bertujuan untuk meningkatkan performance sepeda apabila melintasi jalan tanjakan. Saat pengguna merasakan kayuhan sepeda yang berat, maka akan otomatis menghidupkan mesin listrik sehingga menjadi sepeda semi listrik. Tidak hanya itu, Dirjen Diksi juga menjajal praktikum simulasi kesehatan dengan memanfaatkan teknologi AV/AR.

Kegiatan selanjutnya adalah peresmian dua program studi baru yang ada di PENS oleh Wikan Sakarinto bersama Direktur PENS, Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia dan Teknologi Rekayasa Internet yang revolusioner, diharapkan lulusan dari program studi ini sesuai dengan kebutuhan industri dan kelak bisa menciptakan produk-produk riset terapan bersama industri yang bisa menjadi produk andalan indonesia. “Adanya dua prodi baru di PENS, diharapkan mampu menciptakan produk-produk industri yang bisa menjadi produk andalan di Indonesia,” ujar Wikan Sakarinto.

Dr. Zainal mengungkapkan walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19, PENS masih bisa meluncurkan dua program studi baru tanpa adanya hambatan yang berarti. “Dalam keadaan pandemi, kami masih bisa berkoordinasi baik dengan tim dan penyusun dan kami mengefektifkan proses komunikasi secara online,” ujar Direktur PENS. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh kampus vokasi di Indonesia, baik universitas, politeknik, institut untuk bisa merujuk kepada terobosan yang ada di PENS. (irf/raf)