Surabaya, pens.ac.id – Berkolaborasi dengan PENS E-Sport, Program Studi Teknologi Game PENS usai menyelenggarakan PENS E-Sport Championship (PESC) 2021. Kompetisi e-sport ini diadakan secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Game Technology PENS dengan agenda utama yakni babak pertandingan dilaksanakan selama dua hari (20-21/2). Terdapat tiga cabang game dalam kompetisi ini yakni Valorant, PUBG Mobile, dan Mobile Legend yang diikuti oleh mahasiswa PENS termasuk dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Kegiatan diawali dengan pembukaan sekaligus technical meeting yang dilaksanakan satu hari sebelum pertandingan. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., selaku Kepala Departemen Teknologi Multimedia Kreatif (DTMK) memberikan sambutan dalam pembukaan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi panitia dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan. Dengan adanya kompetisi semacam ini tentunya bisa memunculkan atlet-atlet e-sport yang unggul dari PENS dan menciptakan karakter PENS dalam dunia teknologi game,” ujarnya.

Sebanyak 24 tim Mobile Legend, 9 tim Valorant, dan 8 tim PUBG Mobile turut meramaikan pertandingan. Pada hari pertama, berlangsung babak pertama, babak kedua, hingga babak semifinal. Laga tersebut berlangsung sangat meriah dan heboh dengan adanya caster yang menghidupkan suasana pertandingan. Pada hari selanjutnya dilangsungkan final match yang tak kalah menegangkan dan akhirnya berhasil menobatkan juara-juara baru.

Peraih juara pada cabang pertandingan PUBG Mobile yakni META PENS, pada cabang Valorant yaitu Tim Kreasi Dinamika Harmoni (KDH), dan pada cabang Mobile Legend disabet oleh Tim Child Emperor. Salah satu pemain META PENS yakni Novanji Akbar merasa sangat senang dapat meraih juara, namun menyayangkan kegiatan yang hanya berlangsung secara online karena keterbatasan kondisi di masa pandemi ini. “Sayang sekali tidak bisa bertanding secara offline dan langsung berhadapan dengan pemain-pemain lainnya. Kalau offline pasti seru dan lebih dapet feel-nya” ujar Novanji. (irf/res)