Surabaya, pens.ac.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa sukses membawa pulang dua medali emas, tujuh medali perak, dan enam medali perunggu pada ajang Olimpiade Sains Mahasiswa (OSM) tingkat Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) ini berlangsung secara daring pada Minggu (20/12), dan diikuti oleh 11.617 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berprestasi dan ahli di bidangnya. Terdapat delapan kategori yang dilombakan, yakni Bahasa Inggris, Biologi, Ekonomi, Fisika – Astronomi, Kebumian – Geografi, Kimia, Komputer, dan Matematika. Banyaknya peserta yang berkompetisi dari setiap bidang tidak membuat mahasiswa PENS gentar dalam mengikuti kompetisi berskala Nasional ini. “Penting untuk kita fokus agar dapat menyelesaikan ujian dengan sebaik mungkin. Hasilnya kita pasrahkan pada Tuhan untuk diberikan yang terbaik,” ungkap Andretristano Triangdanu Casidi, mahasiswa program studi Teknik Elektro Industri yang mengikuti OSM bidang Fisika Astronomi, .

Olimpiade berbasis aplikasi Computer Based Test (CBT) ini dilanjutkan dengan pengumuman pemenang yang dilaksanakan pada Selasa (22/12), melalui website resmi POSI. Dalam kesempatan ini, mahasiswa PENS berhasil mengantongi 15 penghargaan pada beberapa bidang perlombaan, yakni satu medali emas dan satu perunggu pada bidang komputer, tiga medali perunggu di bidang matematika, serta satu medali emas dan dua medali perak pada bidang bahasa inggris. Berikutnya terdapat satu medali perak di bidang biologi, empat medali perak dan satu medali perunggu di bidang Fisika Astronomi, dan terakhir pada bidang kebumian geografi sebanyak satu medali perunggu.

Indra Putra Mahayuda selaku mahasiswa program studi D4 Teknik Komputer PENS merasa senang atas capaiannya meraih medali emas di bidang yang sesuai jurusannya. “Saya berharap untuk teman-teman jangan pernah takut untuk mencoba, karena sebenarnya ketakutan itu adalah kegagalan itu sendiri, tetap semangat dan jangan pernah menyerah, Semoga kita bisa mengharumkan nama PENS di kancah nasional maupun internasional.” imbuhnya. (ten/msa)