Surabaya, pens.ac.id – Dua tim delegasi dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang mengikuti gelaran ESL Idea & Design Competition Creativity Station 2020 secara daring pada Senin (14/12), berhasil menerima penghargaan. Kedua tim yang bertanding yaitu Tim Beedrill yang meraih Participation Award dan Tim Urang yang berhasil menyabet gelar The Grand Award. Kontes ini merupakan kegiatan rutin Beyond Engineering Education (BEE) Project yang diselenggarakan oleh Pusan National University (PNU), Ministry of Trade Industry and Energy Korea Selatan, serta bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia dan Korea Selatan.

Kedua tim sukses memberikan ide terbaik mereka dan mengalahkan berbagai tim dari Indonesia maupun Korea Selatan. Tim Urang beranggotakan Muhammad Ramadhan Hadi Setyawan, Intan Nur Kumala Dewi, Faza Ghulam Ahmad, Marvel Natanael Suhardiman, serta Muhamad Jawad Ali Habshi. Berkolaborasi dengan CV Andini Sakti, Tim Urang menciptakan karya yang diberi nama Grago untuk memonitor kualitas air guna meningkatkan kualitas perairan tambak. Dukungan penuh dari dosen pembimbing yakni Dr. Agus Indra Gunawan, S.T., M.Sc. juga sangat membantu selama pengerjaan. “Mereka memiliki ide yang sangat baik dan mereka mampu mengendalikan ide mereka menjadi lebih baik lagi sehingga dengan semangat dan doa yang kuat mereka berhasil mendapatkan hasil yang sepadan,” ujar Dr. Agus Indra.

Tim Beedrill yang bekerja sama dengan PT. Nusa Pelapa Gemilang membawakan produk bertema Smart Monitoring and Control of Electricity Consumption. Tim ini beranggotakan Muhammad Irzam Kamil, Excel Daris Fadhillah, Muhammad Rois, Brenda Nathania Passandaran, dan Galih Tegar Febrianto. “Diharapkan dengan adanya produk ini bisa membantu kita untuk bisa mengontrol penggunaan listrik,” ungkap Brenda.

Prestasi yang ditorehkan ini kembali berhasil membuktikan kiprah PENS di kancah internasional. Meskipun perlombaan telah usai digelar, karya inovasi dari para Delegasi PENS diharapkan dapat terus dikembangkan agar siap digunakan oleh masyarakat. “Harapannya karya ini lebih dikembangkan lagi dan dapat diproduksi secara massal dan tidak berhenti sampai di event ini saja. Lalu untuk tim PENS kedepannya semoga dapat mempertahankan dan melanjutkan prestasi yang telah diraih pada kompetisi ini,” pungkas Intan dari Tim Urang. (jes/res)