Surabaya, pens.ac.id – Tidak henti memberikan edukasi terkait perkembangan teknologi, Program Magister Terapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai menghelat Workshop dan Tutorial dengan mengusung tema “Machine Learning”. Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia sekaligus Ketua Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Section, yakni Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko. Workshop tersebut diselenggarakan secara daring pada Sabtu (21/11), melalui Zoom Video Conference dan disiarkan langsung melalui Youtube PENS TV.

Kegiatan dibuka oleh Riyanto Sigit, S.T., M.Kom., Ph.D sebagai moderator. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai teknologi dari tahun ke tahun yang selalu mengalami perkembangan secara pesat. Sebelum menginjak kedalam materi utama yakni Machine Learning, Guru Besar Fasilkom UI tersebut mengenalkan terlebih dahulu mengenai Artificial Intelligence yang merupakan dasar dari materi utama.

Setelah itu, beliau menjelaskan mengenai sejarah Machine Learning dan banyak pengaplikasiannya seperti di dunia medis yakni simulasi genomik. Workshop kali ini dibagi menjadi tiga sesi pemaparan dengan diselingi sesi tanya jawab. Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Artificial Neural Network (ANN) & Deep Learning dan disambung dengan tutorial step by step oleh Grafika Jati yang merupakan tim dari Prof. Dr. Eng Wisnu Jatmiko. Dengan diberi PPT, HandsOn, dan source code memudahkan para peserta untuk mengikuti workshop secara individu.

Terlihat tingginya antusiasme peserta terhadap materi yang dipaparkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada saat sesi tanya jawab. Dengan adanya workshop kali ini, diharapkan para peserta dapat terus mengembangkan ketertarikannya di dunia Artificial Intelligence, utamanya Machine Learning dengan terus belajar. “Belajar Machine Learning tidak bisa dengan satu hari, tidak ada jagoan yang hanya mengandalkan belajar instan. Apabila ingin terjun ke dunia profesional dan developer, maka jangan pernah berhenti untuk belajar,” ungkap Wisnu Jatmiko. (irf/res)