Surabaya, pens.ac.id —  PENS International Cooperation Office (PICO) bersama dengan Politeknik Metro Tasek Gelugor (PMTG) Malaysia sukses melaksanakan Internasional Webinar bertajuk “Technology in Everyday Life”, pada Sabtu (17/10). Kegiatan ini diselenggarakan melalui aplikasi video conference Webex dengan dihadiri oleh 183 peserta. Terdapat empat pemateri dalam webinar kali ini, antara lain Dayaani Nathan dan Elle Syuhailah yang merupakan Mahasiswa Teknologi Digital dari PMTG, serta Mahasiswa PENS yakni Muhammad Alan Nur dan Namira Rizqi Annisa.

Pembukaan acara dilakukan oleh moderator Syafiq Asyraaf dari PMTG Malaysia dan Mokhamad Zuhal Muflih dari PENS Indonesia. Ts Zulkarnain selaku Direktur PMTG Malaysia turut memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada PENS karena bersedia bekerjasama dengan PMTG dalam mengadakan webinar ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), yakni Dr. Amang Sudarsono. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan webinar ini dapat memberi pengaruh positif kepada peserta agar mampu memanfaatkan teknologi dalam kegiatan sehari-hari dengan baik.

Banyak dampak yang ditimbulkan oleh teknologi digital bagi kehidupan manusia setiap harinya. Dengan adanya teknologi digital kita dapat mengetahui suatu kejadian dari penjuru dunia, seperti mudahnya mengakses berita melalui berbagai platform. Materi pertama disampaikan oleh Dayaani Nathan yang mempresentasikan tentang bahaya yang diciptakan oleh teknologi yang kita tidak sadari dapat terjadi.

Selanjutnya, presentasi oleh Elle Syuhailah yang membahas tentang pengaruh media sosial dalam konteks kehidupan seseorang. Kedua materi  tersebut sama-sama memberikan pesan bahwa lebih baik jika kita waspada dan selektif dalam menggunakan media sosial. Hal itu tentunya berguna bagi kita, agar terhindari dari pengaruh buruk media sosial dan membatasi diri dalam aktivitas media sosial, supaya terhindar dari internet addiction yang memberi dampak buruk bagi mental dan fisik.

Teknologi digital mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, contohnya adalah teknologi yang diciptakan dan dikembangkan oleh Muhammad Alan Nur. Ia membuat sebuah alat Deteksi Suhu untuk COVID-19 (Descotin) yang mampu mendeteksi suhu tubuh orang melalui sebuah kamera thermal. Materi selanjutnya disampaikan oleh Namira Rizqi Annisa yang memaparkan tentang produk yang dibuat oleh timnya khusus untuk Teman Tuli, yakni smart glasses dan smart glove.

Penggunaan smart glasses dapat mengubah suara menjadi teks, yang selanjutnya dapat ditampilkan pada kacamata yang dikenakan oleh Teman Tuli. Dengan demikian, Teman Tuli dapat melihat hasil terjemahan dari percakapan bersama lawan bicaranya. Sedangkan smart glove sendiri merupakan alat yang dapat mengubah bahasa isyarat dari Teman Tuli menjadi suara.

Pada saat memasuki sesi tanya jawab, banyak dari peserta yang antusias memanfaatkan kesempatan untuk bertanya kepada speaker. Jawaban dari pemateri yang mudah dipahami serta memuaskan, membuat peserta mendapatkan manfaat yang baik dari adanya webinar kali ini. Kemudian kegiatan ditutup dengan adanya sesi foto bersama peserta secara virtual.(jes/raf)