Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah usai menyelenggarakan webinar yang bertajuk “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Guna Sukses dalam Menghadapi Wawancara Kerja di Masa Pandemi”. Webinar yang berlangsung secara virtual pada Sabtu (10/10), bertujuan agar para peserta dapat mengetahui segala hal terkait wawancara kerja, utamanya disaat pandemi. Dengan mendatangkan narasumber Konsultan Rekrutmen BUMN dan Swasta sekaligus Dosen Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr. Umi Anugerah Izzati, M.Psi. webinar kali ini berhasil menarik lebih dari 80 mahasiswa serta Alumni PENS.

Dilangsungkan sejak pukul 09.00 WIB, kegiatan dimoderatori langsung oleh Nofria Hanafi, S.ST., M.T. Terdapat tiga sesi pada webinar kali ini, yakni penyampaian materi, role play, dan tanya jawab. Sesi pertama merupakan penyampaian materi yang dipaparkan langsung oleh Dr. Umi Anugerah Izzati, M.Psi. mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam wawancara terutama di masa pandemi seperti ini. Salah satu materi yang disampaikan adalah komunikasi efektif yang diperlukan dalam wawancara.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan role play yang dilakukan oleh dua mahasiswa PENS yakni Satrya Tangguh dan Alvionita Rian Permata Putri. Kedua mahasiswa tersebut memperagakan simulasi wawancara dimana Satrya Tangguh berperan sebagai HRD sebuah perusahaan dan Alvionita berperan sebagai pelamar kerja. Dalam role play tersebut Dr. Umi Anugerah Izzati, M.Psi. menanggapi bahwa ada yang masih perlu dibenarkan seperti spesifikasi dalam menyampaikan kelebihan diri.

Dr. Umi Anugerah Izzati, M.Psi. menambahkan bahwasanya jaringan internet, pencahayaan, lokasi wawancara, dan background merupakan beberapa aspek yang sangat perlu untuk diperhatikan di masa pandemi seperti ini. Disamping itu, meski dihelat secara online, tetap saja penampilan saat wawancara juga harus sesuai dengan standar pelamar kerja. Kejujuran dalam menjawab pertanyaan pada sesi wawancara juga perlu diperhatikan. “Saat wawancara, ungkapkan apa adanya dan jangan dibuat-buat,” pungkasnya sekaligus penutup materi kali ini. (tan/kik)