Surabaya, pens.ac.id – Ditengah mewabahnya pandemi covid-19, tidak menjadikan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk berhenti berprestasi. Kali ini empat mahasiswa dari program studi teknologi game berhasil raih juara 3 dalam ajang International Multimedia Engineering Technology (I-Meet) Competition 2020, pada Jumat (3/7). Kegiatan yang dihelat oleh Telkom University ini, diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi Internasional. 

Ajang perlombaan ini bukan hanya terdiri dari berbagi kategori, melainkan sebanyak 12 kategori dilombakan dengan persyaratan yang berbeda-beda. Pada ajang ini, tim delegasi PENS termasuk dalam salah satu kategori yakni “mini game for mobile”. Tim Delegasi PENS yang terdiri dari empat mahasiswa Teknologi Game angkatan 2019 ini terdiri dari Amos Taruna Siahaan, Mukrom Karunia Azza, Prawida Yumia, serta Siti Julekhah. Meskipun terbilang masih pemula, namun kegigihan mereka bisa membawa mereka menjadi juara pada event ini. Dalam kompetisi ini, tim ini mengusung tema “Stay Safe” untuk memberikan edukasi kepada pemain game mengenai protokol kesehatan untuk melawan Covid 19.

Edukasi tersebut, seperti menghindari kerumunan, memakai masker dan face mask serta lainnya yang dikemas dalam sebuah permainan yang seru dengan ilustrasi yang menarik. “Komunikasi menjadi masalah paling besar, karena kami tidak bisa diskusi secara tatap muka langsung dan anggota yang lain juga memliki kesibukan masing-masing”, ungkap Amos Taruna Siahaan, salah satu tim delegasi PENS. Cara memainkan game ini cukup sederhana, pemain harus menghindari kerumunan, orang yang lalu lalang tidak memakai masker dan batuk dengan sembarangan. Sembari itu, pemain dapat mengumpulkan “Corona Coins” sepanjang permainan yang nantinya dapat digunakan untuk membeli vitamin, masker dan face shield yang memudahkan pemain dalam bermain.

Diharapkan kedepannya mahasiswa PENS akan terus berprestasi dan berkarya meskipun ditengah pandemi seperti ini. “Pada awalnya saya merasa minder karena saingannya cukup berat, mengingat ini perlombaan internasional. Tetapi kami tetap saling mendukung satu sama lain dan berjuang sekuat tenaga. Kami bangga, dan semoga hal ini bisa memotivasi mahasiswa lain untuk berkarya meskipun dirumah saja,” imbuhnya. (msa)