Jakarta, pens.ac.id – Dua mahasiswa perwakilan Tim Tulibot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yaitu Namira Rizqi Annisa dan M. Alan Nur terpilih menjadi pembicara dalam kegiatan “Microsoft DevCon Digital Economy Summit 2020”. Kegiatan ini digelar pada Kamis (27/2), di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Pagelaran DevCon 2020 ini merupakan suatu event khusus untuk merayakan 25 tahun eksistensi Microsoft di Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Satya Nadella selaku CEO Microsoft. Pada kesempatan ini Satya Nadella turut menjadi pembicara utama (keynote speaker) yang memaparkan misi Microsoft dalam memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi untuk mencapai suatu hal yang lebih bermanfaat, juga dapat terwujud secara nyata di Indonesia. Selain itu, hadir pula pembicara dari berbagai industri dan start up baik yang berasal dari Indonesia maupun mancanegara.

Dalam kesempatan ini pula, Tim Tulibot PENS menyampaikan materi tentang produk inovasi Tulibot yang pernah meraih First Runner-Up Microsoft Imagine Cup Asia Regional Competition 2020. Selain lolos dalam kompetisi itu, Tim ini juga pernah berhasil memperoleh penghargaan medali emas pada International Engineering Education Festival (E2Festa) 2019 di Korea Selatan. “Topik yang dibicarakan disana yakni mengenai produk inovasi Tulibot itu sendiri mulai dari latar belakang pembuatan produk ini hingga lolos sebagai First Runner-Up Microsoft Imagine Cup 2020 regional Asia mewakili Indonesia,” ungkap Namira.

Tulibot sendiri merupakan alat bantu terintegrasi untuk menjembatani kesenjangan komunikasi bagi tuna rungu berupa sarung tangan pintar sebagai isyarat teks dan kacamata pintar sebagai penerjemah teks. Dengan produk inovasi karya mahasiswa PENS tersebut dapat membawa harum nama PENS dan Indonesia dikancah Internasional. “Kami Tim Tulibot PENS sangat senang dapat berbicara di acara sebesar itu yang turut dihadiri tokoh-tokoh terkenal mulai dari Presiden, Menteri, dan CEO Microsoft. Besar harapan, ada mahasiswa PENS selanjutnya yang bisa lebih dari kita untuk bersaing di kancah Internasional,” tutup Namira. (raf/dya)