Surabaya, pens.ac.id – Tita Karlita S.Kom., M.Kom. Dosen PENS Prodi Teknik Informatika, telah lulus dalam sidang promosi doktor dan meraih gelar Doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (25/02). Dengan disertasi yang berjudul Reconstruction of Long Bones Using 3D Ultrasound Imaging System. Sidang terbuka promosi doktor dimulai pada pukul satu siang sampai pukul tiga sore dengan dimulainya rapat pendahuluan, dilanjut dengan sidang promosi – presentasi, kemudian sidang promosi – tanya jawab, sidang penilaian atau yudisium dan yang terakhir pembacaan keputusan sidang atau yudisium.

Dari keterangan Dr. Tita karlina ultrasound sering digunakan untuk pencitraan organ tubuh karena bersifat tidak invasif, tidak memiliki paparan radiasi, relatif murah, serta hasil gambar didapatkan secara langsung.

“Kelemahan utama dari ultrasound adalah bahwa gambar disajikan dalam dua dimensi (2D) dan memiliki kualitas gambar cukup rendah. Selain itu, ultrasound belum bisa menyajikan informasi tiga dimensi (3D), karena memiliki keterbatasan dalam menyediakan pencitraan spasial. Oleh sebab itu, ultrasonografi tidak dapat digunakan untuk menganalisis dimensi dan geometri tulang dalam ruang 3D”. Ujar Dr. Tita

Tujuan dari disertasi ini adalah merekonstruksi tulang panjang menggunakan sistem pencitraan ultrasound 3D dan memiliki dua tahapan. Pertama, sistem pencitraan ultrasound 3D dirancang dan dikembangkan menggunakan dua pendekatan, yaitu pelacakan linier mekanis bermotor dan freehand dengan sensor posisi optik. Hal ini memungkinkan kita untuk memperoleh urutan gambar ultrasound tulang sekaligus koordinat spasial dalam ruang 3D. Kedua, kontur luar tulang diekstraksi dengan segmentasi tulang terlebih dahulu menggunakan kombinasi region proposal networks dan region based curve approximation. Selajutnya, permukaan luar tulang direkonstruksi dengan menata satu set kontur luar tulang sesuai dengan koordinat spasialnya. Akhirnya, bentuk tulang dapat divisualisasikan dalam bentuk 3D, dan dimensi serta geometri tulang dapat diinformasikan.

Dr. Tita berharap kedepannya hasil disertasinya dapat mendukung kelayakan sistem sebagai sebuah teknik yang potensial dalam memindai tulang secara aman untuk kebutuhan screening massal dan membuat model tulang 3D bersama dengan dimensi dan geometri yang akurat.

(Hum)