Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka menjalin kerja sama serta kolaborasi dibidang kewirausahaan, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah usai menyelenggarakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Inkubator Bisnis PENS yakni PENS Sky Venture. Dihelat pada Kamis (9/1), kegiatan ini bertempat di Ruang Inkubator Bisnis PENS. Pada kesempatan kali ini, turut mengundang jajaran Direktur PENS serta 11 tenant binaan PENS Sky Venture yakni Io-Pori, Smart Canteen Machine, Riliv, Kico, iiAGV, Mesin Pemecah Telur, Surovotic, E-Guru, Beyond Childhood, Tempeniza, dan Edupongo.

Lembaga Inkubator Bisnis PENS atau PENS Sky Venture merupakan sebuah Pusat Inkubator Bisnis yang mengembangkan sebuah kewirausahaan berbasis teknologi tepat guna yang bertujuan untuk mendorong lahirnya Technopreneur di Indonesia. Tujuan dari diadakannya MoU ini yakni menjalin sebuah kerja sama sehingga PENS tetap dapat berkolaborasi setelah tenant binaan tidak lagi tergabung dalam lingkup PENS Sky Venture. “Disini kami mencoba menawarkan kepada para tenant binaan agar selepasnya dari PENS Sky Venture mereka tetap berkesempatan untuk menjalin kerja sama dengan kami,” ungkap Direktur PENS, Dr. Zainal Arief, S.T., M.T.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur PENS dengan perwakilan dari masing-masing tenant. Adapun berbagai bentuk kerja sama yang ditawarkan mulai dari kolaborasi dalam sisi mentoring, pemasaran produk, hingga workshop bersama. “Bentuk kerja sama yang kami tawarkan seperti kolaborasi untuk sisi pengembangan produk secara lebih lanjut. Kemudian juga dari sisi pemasaran produk, kami menawarkan produk mereka kepada partner industri kerja sama PENS,” imbuhnya.

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi PENS dan 11 Tenant Binaan PENS Sky Venture di berbagai bidang yang telah disepakati. Selain itu, diharapkan pula banyak tenant yang berkembang dan bekerja sama dengan pihak industri atau institusi yang diinginkan. “Sebagai perwakilan dari Riliv saya merasa sangat senang dapat bekerja sama dengan PENS. Dari sini kami bisa memberikan layanan kesehatan mental yang layak untuk para Mahasiswa PENS khususnya. Diharapkan untuk kedepannya aplikasi ini dapat diterapkan di kampus lain hingga kesekolah-sekolah,” tutur Audrey Maximillian Herli selaku Co-Founder Riliv. (kik/dya)