Surabaya, pens.ac.id – Serangkaian kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) 2019 telah usai dilaksanakan. Diikuti oleh seluruh mahasiswa Angkatan 2019, kegiatan bertempat di Kampus PENS. Pelaksanaan dibagi menjadi lima gelombang yang berlangsung selama dua bulan terhitung mulai 25 Oktober hingga 22 Desember lalu.

Gelombang pertama dilaksanakan pada 25-27 Oktober 2019 untuk Himpunan Mahasiswa Sistem Pembangkit Energi (Hima Energi). 1-3 November untuk Himpunan Mahasiswa Mekatronika (Hima Meka) dan Himpunan Mahasiswa Telekomunikasi (Hima Telkom), 15-17 November untuk Himpunan Mahasiswa Computer Engineering (HMCE) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Elektronika (Hima Elka), 22-24 November untuk Himpunan Mahasiswa Elektro Industri (Hima Elin) dan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMIT). Selain itu, pada 20-22 Desember yang merupakan gelombang terakhir untuk Hima Multimedia Broadcasting (Hima MMB).

LKMM merupakan salah satu bentuk program pengembangan mahasiswa yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada LKMM-TD, mahasiswa diberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam manajemen organisasi mahasiswa baik intra maupun antarperguruan tinggi. “Setelah di LKMM Pra-TD peserta belajar manajemen diri, di LKMM-TD ini dibekali ilmu manajemen kegiatan,” ujar Ade Ivan Yanuar , Penanggung Jawab LKMM-TD dari Badan Koordinasi.

Berbagai materi diberikan kepada peserta selama dua hari. Materi ini antara lain adalah Analisa Kondisi Lingkungan, Administrasi Umum, Hakikat Motivasi, Pengambilan Keputusan, Pengendalian Konflik, TPUK, dan Teknik Pesidangan. Adapun setiap himpunan mengusung tema yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya.

Berbagai materi yang telah didapat tentunya akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilannya dalam organisasi kampus. Usai mendapatkan berbagai materi mengenai manajemen kegiatan, para peserta diharapkan dapat menyusun suatu kegiatan secara sistematis dan terstruktur. “Saya harap peserta tidak sekedar menerima materi secara tekstual saja, semoga juga bisa menerapkannya sebagai calon penerus di ormawa kampus,” imbuh Ade. (res)