Jakarta, pens.ac.id – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kerap torehkan berbagai prestasi. Kali ini mahasiswa jurusan D4 Sistem Pembangkit Energi bernama Tim PUNAKAWAN PLC yang beranggotakan Muhammad Ghazy Salman Maulana, Pathur Rahman, dan Panji Satriawan, berhasil raih juara 1 ajang berngengsi yakni Modena Product Innovation Competition 2019. Kompetisi ini berlangsung selama dua hari sejak Selasa, (19-20/11). Tema yang diusung pada perlombaan ini yakni Great Ideas for Smart Living.

Diadakan oleh perusahaan ternama yakni PT. Modena Indonesia yang bekerjasama dengan Indonesia Innovation and Invention Promotion Assosiation (INNOPA), perlombaan ini bertujuan untuk menuangkan ide-ide inovasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan produk peralatan rumah tangga. Dengan itu, tiga mahasiswa PENS ini memilih untuk memberikan inovasi pada produk Hob (Electric/gas) & SLM Hood. “ Kami pilih jenis kompor gas, alat yang dibuat yaitu Built-in Smart, sebuah kompor gas yang terkoneksi dengan smartphone dan dilengkapi berbagai smart features seperti kebocoran gas, alarm, timer, menghasilkan listrik dan masih banyak lagi,” tutur Pathur Rahman selaku ketua tim.

            Proses perlombaan dilakukan sejak Februari hingga November. Berbagai tahapan pun berhasil dilalui oleh tim ini . Dimulai dari pengajuan proposal, semifinal, hingga pembuatan prototipe dan juga tahap grand final. “ Disini kami membuatnya kurang lebih 10 bulan. Dengan tiga bulan pembuatan prototipenya. Ide pembuatan alat ini berawal karena sudah berada di industri 4.0 dapur juga tidak boleh ketinggalan. Salah satu masalahnya yaitu banyaknya kejadian kebakaran akibat kompor gas,” imbuhnya.

            Pathur mengungkapkan bahwa tantangan pada kompetisi tersebut yakni harus membuat produk yang murah tapi juga memiliki smart features, baik desain, teknologi, dan segi efisiensi. Pembimbing dari tim ini yakni Erik Tridianto, ST., MT. yang turut memberikan kontribusinya dalam membimbing tim hingga sukses peroleh Juara 1 Best Efficiency Innovation. “ Selama perlombaan kami mematangkan ide dengan konsultasi kepada dosen pembimbing dan juga membaca berbagai literatur. Kemenangan ini menjadikan kami lebih semangat dan memotivasi untuk mengikuti lomba lainnya. Diharapkan dapat menjadi acuan bagi teman-teman lain untuk juga berpartisipasi di berbagai perlombaan,” ungkap Muhammad Ghazy Salman Maulana, sebagai anggota tim. (umi)