Surabaya, pens.ac.id – Untuk ketujuh kalinya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berkontribusi pada perhelatan tahunan Engineering Education Festival (E2Festa) 2019. Kamis (21/11), Direktur PENS yakni Dr. Zainal Arief, S.T., M.T. secara resmi melepas keenam mahasiswa yang merupakan delegasi PENS dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 26-27 November tersebut. Bertempat di Inchen Korea Selatan, PENS bawa riset yang siap dipamerkan di perhelatan internasional tersebut.

Tergabung dalam Tim arekPENS, enam mahasiswa tersebut terdiri dari Mochammad Ilham Maulana, Moch. Rifki Ramadhani, Yudha Sadewa, Muhammad Alan Nur, Muhammad Abdul Haq dan Namira Rizqi Annisa. Keenam mahasiswa yang dibimbing oleh Dwi Kurnia Basuki, S.Si., M.Kom. dan Artiarini Kusuma N., S.ST., MT. ini membawa sebuah riset bernama Tulibot. Tulibot merupakan kombinasi antara aplikasi, smart glasses dan smart glove sebagai alat bantu bagi penyandang tuna rungu. Riset yang tergolong baru ini, ternyata sudah mulai dikerjakan sejak bulan Agustus lalu.

Alat ini nantinya dapat mendeteksi audio melalui aplikasi kemudian diterjemahkan menjadi kata-kata yang ditampilkan melalui smart glasses yang digunakan pengguna. Kemudian untuk responnya, pengguna akan menggunakan smat glove yang memanfaatkan bahasa isyarat American Sign Language (ASL) yang nantinya menghasilkan audio. “Karena ini penelitian baru, kesulitannya kami perlu banyak riset dan pengambilan data,” ungkap Ketua Tim, Mochammad Ilham Maulana.

Pada pelepasan ini, pihak kemahasiswaan hingga direktur PENS pun turut mengungkapkan dukungan dan doanya sebelum tim ini berangkat pada Sabtu esok. Berbekal persiapan yang matang mulai dari riset, latihan presentasi, hingga menghafal Bahasa ASL, diharapkan keenam mahasiswa tersebut bisa membawa nama baik Indonesia khususnya PENS di kancah internasional. “Harapannya tahun ini bisa maksimal dan bawa juara lagi seperti tahun 2016 lalu,” ungkap dosen pembimbing, Dwi Kurnia Basuki, S.Si., M.Kom. (tts)