Surabaya, pens.ac.id – Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa di bidang Internet of Things (IoT), Himpunan Mahasiswa Telekomunikasi (HIMA TELKOM) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah usai mengadakan seminar bertajuk Smart City. Mengangkat tema “Smart People and Smart Living for Surabaya” kegiatan tersebut dihelat pada Sabtu (16/11) di Ruang Teater Gedung D3 PENS. Dihadiri oleh mahasiswa PENS dari berbagai angkatan, kegiatan ini turut mengundang Farida, S. Kom., M. Kom. dan Erick Karya sebagai pembicara.

Sesuai tema yang diangkat, Hanifah Fida Ariyati selaku ketua pelaksana berharap agar pemikiran mahasiswa mengenai IoT dapat lebih terbuka yaitu dengan pembahasan smart city dan perkembangannya khususnya untuk Surabaya. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, kegiatan ini dibuka oleh ketua himpunan dan ketua pelaksana. Kemudian dilanjutkan dengan materi pertama  oleh Farida, S. Kom., M. Kom yang merupakan salah satu Data Science Indonesia Regional Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, materi yang dipaparkan mengenai makna smart city , lingkup-lingkup smart city, dan komponen-kompenen penunjangnya.

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Erick Karya yang merupakan CEO Matakota. Pada momen tersebut dijelaskan lebih dalam mengenai implemantasi smart city yang ada di Surabaya dan start up miliknya yakni Matakota. “Mahasiswa PENS  disini telah dibekali ilmu-ilmu teknis dibangku perkuliahan, dan Indonesia sangat membutuhkan implementasi ilmu-ilmu tersebut,” ungkapnya. Para peserta seminar pun tampak antusias akan kegiatan tersebut.

Pada kegiatan tersebut turut mengungkap komponen-komponen smart city yang dibutuhkan di Indonesia, termasuk sumber daya manusianya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiba dipenghujung acara, terdapat pula foto bersama. Adanya kegiatan ini memberikan kesan positif dari para peserta yang hadir. Menurut salah satu peserta seminar, Yandi Banyu Karima Waly kegiatan ini dapat membuka pandangannya mengenai smart city yang saat ini sedang gencar dikembangkan. Yang mana dikemudian hari dapat segera mengimplementasikan ilmu yang telah didapat. (zah/umi)