Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) perdana ditunjuk sebagai tuan rumah pada kegiatan Workshop Seamless Penyelarasan SMK 4 tahun dengan industri dan Politeknik. Bertujuan untuk melakukan Sinergi dan Sinkroninasi Pendidikan Vokasi di Indonesia dengan dihadiri oleh perwakilan seluruh kepala sekolah juga bagian kurikulum dari SMK se-Indonesia pada Kamis (7/11).

Pada kesempatan ini kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan pembacaan doa. Sambutan dari Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Kasi Penilai Sub juga Direktur PENS turut disampaikan. Selain itu, Dr. Gatot H.P selaku Direktur Seamolec memaparkan terkait dengan Sinergi dan Sinkronisais Pendidikan Vokasi kepada para peserta yang hadir. Hal ini ditujukkan untuk memperkuat kurikulum yang nantinya akan didiskusikan.

Usai penyampaian sambutan, dilanjutkan dengan Focus Grup Discussion (FGD) yang berkaitan dengan kurikulum di PENS. Mulai dari Departemen Teknik Elektro, Teknik Informatika dan Komputer, departemen Mekanika dan Energi, Departemen Multimedia Kreatif serta Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Bukan hanya itu saja, penyelarasan juga dilakukan dengan Kadin atau Indusrti serta Lembaga Inkubator Bisnis PENS yakni PENS Sky Ventur). “ Kegiatan ini sudah berjalan, sekitar 440 SMK dari seluruh Indonesia sudah mempunyai program 4 tahun ini dengan program studi yang bervariasi. Ini nantinya yang akan kita coba untuk sinergikan dengan industri juga politeknik,” ujar Dr. Gatot H.P.

Penyampaian hasil FGD dan penandatangan kesepakatan bersama atau MoU menjadi sesi terakhir pada kegiatan tahunan ini. Ditutup dengan foto bersama, diharapakan dengan sinkronisasi ini bisa menjadi efisiensi proses pembelajaran  untuk siswa SMK dengan mensinergikan kurikulum yang dibutuhkan bersama dengan politeknik dan nantinya bisa memiliki serapan yang tinggi. “Dengan adanya kegiatan ini para kepala sekolah bisa melihat dan memahami  sistem yang dikembangkan oleh PENS mengenai perkembangan kualitas mahasiswanya seperti melalui Pendidikan jarak jauh, kompetensi yang disinergikan dengan industri,” imbuhnya. (msa)