Madura, pens.ac.id – Dikenal sebagai perguruan tinggi yang unggul di bidang teknologi, ternyata tidak menyurutkan mahasiswa Politeknik Eleketronika Negeri Surabaya (PENS) untuk berkiprah di bidang lainnya. Dua tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Sistem Pembangkit Energi (SPE) PENS, berhasil memborong dua gelar sekaligus yaitu Juara Dua dan Juara Tiga pada ajang Trunojoyo Essay Competition. Berlangsung pada Kamis (26/9), kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian acara Pekan Akbar Ekonomi Syariah (PAKKOS) 2019. Bertempat di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), ketiga mahasiswa tersebut antara lain Moch. Faqih, Moh. Saifi Hidayatullah, dan Dimas Aji Setyawan.

Dengan mengangkat tema “Peran Pemuda dan Instrumen Ekonomi Islam dalam Pengembangan Potensi Madura di Era 4.0”, kompetisi ini terbuka untuk seluruh perguruan tinggi di Surabaya dan Madura. Setelah melewati berbagai proses seleksi yang panjang, didapatkan sepuluh tim yang lolos melaju ke tahap akhir berupa presentasi esai. Terdapat beberapa kriteria penilaian meliputi, kesesuaian dengan tema yang diambil, gagasan dan argumentasi peserta saat mempresentasikan karya tulis, serta sistematika penulisan esai yang sesuai dengan panduan, menjadi acuan juri untuk dapat menentukan peserta yang memiliki karya terbaik.

Dengan judul “Renewable Technology for Farmers Sebagai Upaya Pengoptimalan Hasil Produksi Tembakau di Pamekasan, Madura”, karya dari Moch. Faqih dan Dimas Aji Setyawan sukses duduki Peringkat Kedua. Sementara itu, karya dari Moh. Saifi Hidayatullah dan Moch. Faqih yang berjudul “Penerapan Solar Updraft Tower pada Rumah Prisma Garam untuk Mengoptimalkan Hasil Produksi Garam di Madura” keluar sebagai Juara Tiga pada kompetisi tersebut.

“Kunci utamanya adalah percaya diri, selama ini masih banyak mahasiswa yang masih ragu dalam menunjukkan kiprahnya. Dan jangan takut untuk mencoba mengikuti berbagai ajang perlombaan yang tujuannya bukan sekadar untuk menang, tetapi untuk menambah wawasan serta pengalaman”, ucap Moch. Faqih. Diharapkan, mahasiswa PENS dapat terus mencurahkan ide-ide kreatifnya dalam berbagai ajang perlombaan. (raf/biy)