Surabaya, pens.ac.id – Perwujudan revolusi industri 4.0 di Indonesia, terus berjalan secara bertahap dan akan terwujud dengan kemajuan teknologi. Guna memberikan wawasan mengenai perkembangan revolusi industri saat ini, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai menghelat kuliah tamu bertemakan Production Simulator in Industrial Revolution 4.0 and Cyber Physical Systems pada Kamis (8/8). Bertempat di Ruang Teater, kegiatan ini dihadiri oleh dosen,serta mahasiswa baru jurusan Teknik Elektronika dan Teknik Informatika Pascasarjana PENS.

Kuliah tamu ini merupakan program reguler yang diselenggarakan oleh PENS. Topik yang diusung kali ini berhubungan dengan pembelajaran yang ada di PENS, dengan bertujuan untuk meningkatkan iklim akademik mahasiswa khususnya mahasiswa baru Pascasarjana. Dr. Zainal Arief, ST., MT selaku direktur PENS mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini supaya mahasiswa maupun dosen mengetahui strategi “Making Indonesia 4.0” dan juga paham mengenai arah industri yang tengah berkembang. Selain itu PENS pun telah memiliki proposal pengembangan pendidikan sebagai pusat unggulan Integrated Industrial Innovation for Indonesia 4.0 atau 4I4O yang mana berhubungan dengan materi yang disampaikan.

Pada momen tersebut, turut menghadirkan pemateri yang ahli dibidangnya yakni Dr. Fumio Kojima dari Waseda University, Japan dan juga Dr. Masahiro Nakamura yang merupakan CEO LEXER Research Inc, Japan. Materi yang dijelaskan bertajuk “ Collaboration to Upgrading Indonesia Industries using Digital Engineering”. Terdapat pembahasan seputar LEXER yang merupakan penyedia produk dan layanan yang dirancang untuk membantu kegiatan bisnis dan masyarakat. Kemudian diberikan pula materi perihal Cyber Physical with Internet of Things (IoT), dan kunci sukses di Industri 4.0, serta pengoptimalannya.

Selama pembahasan berlangsung, para peserta tampak serius memahami materi yang disampaikan.“ Saat pemaparan materi, mereka mengungkapkan bahwa ingin bergabung dengan kita untuk mengembangkan platformnya dibidang industri untuk melakukan simulasi. Dimana hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik yang ada di Indonesia. Saya harap nantinya PENS dapat bekerjasama dengan pihak mereka untuk pengembangannya, karena juga berhubungan dengan riset yang saya miliki, ” jawab Muhammad Fajrul Falah, mahasiswa baru Pascasarjana PENS. (umi)