Surabaya, pens.ac.id – Untuk mengulas kembali norma-norma kedisiplinan kerja di Politeknik Eleketronika Negeri Surabaya (PENS), Bidang Umum dan Keuangan menyelenggarakan sosisalisasi untuk para Tenaga Kependidikan. Bertempat di Ruang Teater Gedung D3, materi dipaparkan oleh Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, Ronny Susetyoko, S.Si, M.Si (8/4).

Bedasarkan Peraturan Direktur tahun 2016, norma-norma tersebut perlu disosialisasikan supaya bisa memberi wawasan dan mengingatkan kepada Tendik tentang aturan-aturan yang ada di PENS. “Dalam sosialisasi juga disampaikan beberapa agenda penting lainnya yaitu terkait dengan kompetensi utama Tendik. Untuk Tendik ada komptensi yang harus dikembangkan seperti kepribadian dan sikap, kompoetensi dasar, kompetensi teknis, kompetensi sosial, dan kompetensi manajerial bagi yang sudah menduduki jabatan struktural.”, ulas Bapak Ronny.

Selain komptensi tendik, yang kedua adalah mensosialisasikan budaya kerja yang menjelaskan tentang parameter komite seperti budaya 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin), dan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) yang sudah terpajang di masing-masing ruangan. Hal itulah yang akan  dievaluasi supaya tidak hanya sekedar pajangan dan bisa dijalankan dnegan baik.

Sosialisasi yang berlangsung kurang lebih 2 jam, juga menjelaskan tentang sistem kinerja aparatur atau program sikap. “Jadi kita semua bisa tau, kinerja kita seperti apa dan bisa dilihat melalui sistem kinerja aparatur yang sudah mulai dibangun. Contohnya adalah penilaian terhadap PLP seperti absensi kerja, keberadaan saat jam kerja, frekuensi keterlambatan, pulang sebelum waktunya, penilaian dari atasan langsung, penilaian SKP, bebas dari korupsi dan gratifikasi, kepatuhan dalam kode etik, dan keikutsertaan dalam Jumat bersih. Sedangkan untuk administrasi tidak jauh beda, menyesuaikan dengan peraturan yang ada. “, imbuh Bapak Ronny.

Tindak lanjut kedepannya, akan mengevaluasi semua tendik terkait dengan potensi yang dimiliki. Tendik yang dirasa masih kurang potensinya diikutkan pelatihan dan workshop. Selain itu budaya kerja akan terus diingatkan untuk evaluasi diri dan meningkatkan kinerja.

(Hum)