Surabaya, pens.ac.id – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin menggencarkan berbagai macam bentuk sosialisasi agar masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya dengan baik. Jumat (12/4), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berkesempatan menjadi salah satu tuan rumah dari program Sosialisasi Pemilu 2019 oleh KPU Jawa Timur. Bertajuk “KPU Goes to Campus”, kegiatan bertempat di Ruang Teater Gedung D3 PENS. 

Dimulai pada pukul 15.00 WIB, kegiatan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa PENS. Tiga orang pembicara yakni Choirul Anam, S.Pd., Dr. Suko Widodo Drs., M.Si., dan M. Hasanudin dihadirkan pada kesempatan ini. Diawali dengan sambutan oleh Wakil Direktur PENS Bidang Kemahasiswaan, yakni Ir. Anang Budikarso, M.T., serangkaian penyampaian materi dimoderatori oleh Andri Suryandari, S.Sos., M.Med.Kom. selaku Kepala Bagian Kerjasama dan Informasi PENS.

KPU sebagai penyelenggara pemilu di Indonesia memiliki berbagai program untuk memberikan sosialisasi mengenai Pemilu 2019 kepada masyarakat. Salah satunya adalah kegiatan yang mengusung tema “Potensi Mahasiswa dalam Membangun Bangsa” ini. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak kawan-kawan mahasiwa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses berdemokrasi,” tutur Choirul Anam, S.Pd. selaku Ketua KPU Jatim.

Materi pertama yang disampaikan oleh Choirul Anam yakni memberikan penjelasan kepada mahasiswa mengenai sistem kerja KPU. Selanjutnya Dr. Suko Widodo Drs., M.Si. yang merupakan dosen Komunikasi Politik Universitas Airlangga (UNAIR) turut mengajak mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya. Materi terakhir pun disampaikan oleh M. Hasanudin dari pantaubersama.com yang merupakan aplikasi agar memungkinkan penggunanya untuk menyerap, menggali, menguji, menjaga, dan merayakan Pesta Demokrasi Pemilu 2019.

Sebesar 40% dari pemilih pada Pemilu 2019 berasal dari kaum Millenial, termasuk mahasiswa. “Suara kaum Millenial sangat berarti. Jika mereka tidak ikut mencoblos, berarti mereka tidak ikut serta dalam menyiapkan masa depan,” tukas Dr. Suko. Usai digelarnya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih bijak menggunakan hak pilihnya dalam berpartisipasi di Pesta Demokrasi Indonesia 2019. (res/umi)