Yogyakarta, pens.ac.id – Sebagai Politeknik Terbaik se-Indonesia, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kerap kali meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional. Kali ini mahasiswa jurusan D4 Teknik Mekatronika yakni Mohamad Faisal, Muhammad Yusron Turmudzi dan Nana Putri Ayu Pramatasari berhasil memperoleh juara tiga dalam ajang Electronic and Informatics Competition (Elination) 2018. Kompetisi ini dihelat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tanggal (1/12) dengan mengusung tema “Synergize to form Indonesia’s leading seeds of excellence, creative and innovative in the era of technological advancement”. 

Dalam kompetisi ini tahap pertama yang berhasil dilalui oleh tim tersebut yakni seleksi proposal, kemudian dilanjutkan dengan seleksi poster dan babak final. Pada kesempatan ini Tim Hore yang diketuai oleh Mohamad Faisal tersebut maju ke babak final dalam cabang Lomba Internet of Things (IoT). Karya yang dibuat yakni Variant Irragation System (VARASYS). Yang  mana merupakan sistem monitoring dan kendali otomatis irigasi persawahan secara massal berbasis wireless sensor network dan IoT. Pembuatan sistem ini bertujuan untuk memudahkan petani dalam mengatur sistem irigasi secara massal.

Memasuki tahap ini, sebanyak sepuluh tim dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia berlomba-lomba untuk menampilkan yang terbaik. Pada momen tersebut turut dilakukan demo alat yang mana Tim Hore berhasil menarik perhatian dewan juri.” Saat presentasi, juri tampak ingin tahu terhadap alat yang kami buat. Disini tim kami mengangkat isu irigasi pertanian untuk menyongsong era revolusi Industri 4.0,” ungkap Mohamad Faisal selaku ketua Tim. Meskipun terdapat beberapa tantangan saat melakukan sesi tanya jawab, mereka berhasil melalui tahap tersebut dengan lancar.

Dibimbing oleh Raden Sanggar Dewanto Ph.D. tim Hore sukses memperoleh kesan baik dihadapan para juri. Persiapan yang telah dilakukan pun membuahkan hasil yang positif dengan meraih juara tiga. Atas diperolehnya kemenangan tersebut, diharapkan dapat memacu mahasiswa PENS untuk terus menorehkan prestasi. “Kami merasa senang bisa mendapatkan pengalaman baru dalam mengembangkan teknologi IoT di Indonesia. Diharapkan mahasiswa PENS dapat lebih mengembangkan teknologi IoT dalam penerapannya pada tahap siap produksi. Serta dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat maupun dunia industri,” imbuhnya. (msa/umi)