EEPIS Online – Di
kawasan Kota Metropolitan seperti Surabaya, anak jalanan yang masih kurang dari
segi pendidikan menjadi pemandangan yang lumrah kita jumpai. Melihat hal
tersebut, EEPIS Bidikmisi Organization (E-Bio) Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menyelenggarakan kegiatan kepedulian
untuk anak jalanan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu (10/9), berlangsung
di kawasan Tugu Pahlawan. Kegiatan ini bertajuk Jalan-jalan Sambil Belajar
(Jajan Sambel) yang memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan anak jalanan
tentang wawasan kebangsaan.

“Tebar kebahagiaan
melalui Fun Education untuk meningkatkan empati terhadap anak-anak yang kurang
beruntung” menjadi tema dalam kegiatan Jajan Sambel ini. Tema tersebut
memberikan pengetahuan tambahan dengan metode yang berbeda dan tidak monoton. Kegiatan yang juga sebagai sarana
pengabdian diri kepada masyarakat bagi mahasiswa bidikmisi ini bekerja sama
dengan Save Street Child Surabaya
(SSCS) Ambengan Selatan Karya (ASK).

Kegiatan yang mulai tepat pukul 08.30 WIB, dibuka dengan sambutan
ketua E-Bio Muhammad Chandra
Harsyawadana. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke dalam Museum Sepuluh
November yang berada dibawah Tugu Pahlawan. Kegiatan ini mendapat
tanggapan yang cukup baik, tampak dari antusias peserta yang cukup tinggi saat
kegiatan berlangsung. “Kegiatannya seru, apalagi saat masuk Museum, Saya
senang” ungkap Toni, salah satu peserta.

Selain kunjungan ke dalam
Museum, terdapat juga beberapa permainan yang diantaranya Estafet Sarung dan
Kelereng. Usai permainan, peserta dan panitia melakukan makan siang bersama.
Kegiatan ini ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta yang dapat
menjawab pertanyaan tentang materi serta penyerahan santunan.

Dengan kegiatan ini
diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar dari anak-anak jalanan. Tidak
hanya itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jiwa sosial dan
kepedulian terhadap sesama bagi mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat
dilakukan secara rutin agar dapat membantu mereka yang hidup dalam
keterbatasan,” ucap Rinda Agusriningsih, selaku Ketua Panitia. (mus/dek)