EEPIS Online – Hari ini, (16/4), Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya (PENS) baru saja menyelenggarakan kegiatan Seminar
Nasional
Entrepreneur. Seminar ini merupakan
puncak dari serangkaian acara Indonesia
Moslempreneur
Festival (IMF) 2017. Acara yang dihelat di Hall Gedung D4 PENS dihadiri 158
peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Tepat pukul
09.30 WIB, acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh panitia. Kemudian
dilanjut dengan sambutan dari penanggung jawab acara, Tito Valiant Muhammad Fadillah,
dan Dr. Indra Adji Sulistijono, S.ST, M.Eng selaku Wakil Direktur Bidang
Kemahasiswaan PENS. Dalam acara ini dibagikan pengalaman dari pembicara
mengenai dunia bisnis yang disampaikan dalam bentuk talkshow. Pemateri dalam kegiatan ini merupakan dua pebisnis muda
sukses yakni Rizki Aris Yuniarto yang merupakan Chief Executive Officer (CEO)dari Sego Njamoer serta CEO Hamasa Indonesia Corporation, Hamzah Izzulhaq.

Dengan
mengangkat tema “Be A Great Moslempreneur
for Indonesia Future,”
acara ini membahas tentang cara sukses membangun
bisnis yang berlandaskan syariah. Dalam penyampaian materi, Rizki Aris Yuniarto
membagikan pengalaman dalam membangun bisnisnya. Selain modal dalam bentuk
fisik, untuk membangun sebuah bisnis diperlukan mental yang kuat.

“Jika ingin
terjun dalam dunia wirausaha, kita harus terus belajar dan mencoba, kemudian
tekuni bisnis yang sekiranya cocok,” ujar pria yang akrab disapa Rizki ini.

Selain acara
seminar, terdapat juga bazar dan expo kewirausahaan
yang bertempat di depan gedung D4 PENS. Kegiatan ini memiliki belasan stand yang menjual berbagai produk
seperti makanan, tas, hingga sepatu. Selain pengusaha, bazar ini juga diikuti
oleh finalis dari ajang Indonesia Islamic
Business Plan Competition
(IIBPC) yang memamerkan contoh dari rencana
bisnisnya.

Seminar kali ini
ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada pemenang ajang IIBPC
2017. Diharapkan, acara ini dapat menjadi bekal peserta dalam membangun sebuah
bisnis. Dengan itu, akan tercipta Moslempreneur
yang kompetitif dari kalangan pemuda. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan
penting bagi pemuda Indonesia, karena dapat menjadi bekal untuk berwirausaha,”
ungkap Hamzah Izzulhaq selaku pembicara dalam seminar ini. (mus/fre)