EEPIS Online – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menerima
kunjungan lembaga asing pada Rabu lalu, (8/3). Kali ini lembaga tersebut berasal
dari negeri kanguru yaitu Australian
Trade and Investment Commission
(Austrade). Kunjungan ini diterima PENS sebagai
bentuk international recognition.

Austrade
merupakan lembaga pemerintahan Australia yang bergerak dalam bidang ekonomi.
Lembaga ini berfokus memberikan kontribusi untuk kesejahteraan ekonomi dengan
membantu wirausaha, lembaga pendidikan, dan sektor pariwisata di Australia dan
negara-negara berkembang. Ketertarikan Austrade mengenai kampus PENS menjadi
alasan kunjungan yang baru kali pertama ini.

“PENS merupakan
institusi yang bagus di Indonesia, reputasinya baik, kami tertarik melakukan
kerjasama dengan kampus ini,” ujar Taliessin Reaburn selaku Trade Commissioner di Austrade cabang
Singapore.

Salah satu
agenda dari kunjungan Austrade yang didampingi beberapa perwakilan institusi pendidikan
Australia adalah presentasi dan diskusi bersama Direktur PENS dan jajarannya.
Agenda tersebut bertempat di Gedung Pascasarjana PENS. Pemaparan mengenai
sistem pendidikan di PENS menjadi topik utama dalam agenda pertama ini. Dr.
Zainal Arief, ST., MT., selaku Direktur PENS menjelaskan lebih jauh sistem
pendidikan dan berbagai produk inovatif di PENS. Selain itu, dalam sesi diskusi
disinggung pula bentuk kerja sama yang telah dilakukan PENS dengan Jepang.

Agenda presentasi dan diskusi dalam kunjungan ini ditutup
dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak. Diadakan pula sesi foto
bersama di Gedung Pascasarjana PENS. Selepas itu, acara dilanjutkan dengan campus tour dan
berakhir di gedung Pusat Unggulan Teknologi (PUT) PENS. Laboratorium dan Inkubator
PENS Sky yang merupakan tempat beberapa karya mahasiswa menjadi tujuan
terakhir dalam kunjungan ini.

Direktur PENS
menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan manfaat bagi PENS. Salah satunya dapat
memperluas kerjasama PENS khususnya dengan negara Australia yang selama ini
belum terlaksana. “Kunjungan Austrade ini merupakan yang pertama kali,
harapannya dapat berlanjut ke dalam bentuk kerjasama seperti join research dan student exchange,” tutur beliau. (mus/fre)