EEPIS-Online(14/11), Alunan
musik dengan nuansa Jepang yang kental amat terasa di taman amphitheater PENS. Dihelatnya salah satu kegiatan komunitas baru
PENS, Janaka (Japanese nakama), menjadi sumber meriahnya suasana malam ini.
Berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.00, acara ini menyuguhkan berbagai
macam kegiatan berbau Jepang.

Berawal dari memiliki hobi dan interest terhadap Jepang terbentuklah
komunitas Janaka (Japanese nakama) PENS. Terbentuk mulai 11 September 2013,
komunitas ini sudah memiliki 118 anggota dalam salah satu grup sosial media dan 20 anggota
tetap yang hadir dalam setiap agenda gathering-nya.

Komunitas Janaka sendiri terbagi
menjadi 3 divisi yakni divisi Anime, Manga, dan Cosplay, divisi budaya dan
bahasa, serta divisi musik. Setiap divisi tersebut memiliki tugas dan kegiatan
masing-masing, mulai dari membuat komik bersama, nonton bersama anime, belajar mengenai cosplay, dan masih banyak lagi.

Anggota dari komunitas ini pun
meliputi mahasiswa PENS aktif hingga alumni. “Kami memang tidak membatasi
anggota, apabila ada yang tertarik untuk bergabung kami persilahkan langsung
datang dalam kegiatannya. Bisa berbagi hobi dan kesenangan yang sama itu sangat
menyenangkan,” ujar Alif Hamka, Salah satu anggota Janaka.

Terencana dua tahun yang lalu,
Janaka baru bisa terbentuk dan menyelenggarakan event perdana nya di tahun ini. Showcase
yang terselenggara malam ini terdiri
atas penampilan musik akustik Jepang, cosplay,
games, pameran gambar anime, dan
buku komik Jepang. Tokoh Gundam, Detektif Conan, Sasuke, Naruto, Samurai X dan
tokoh-tokoh anime lain turut
memeriahkan cosplay komunitas Janaka.

Tidak tanggung-tanggung, salah
satu pemeran cosplay Samurai X
meminjam pedang Samurai asli dari Dinas Kebudayaan Surabaya. Pihak komunitas Janaka
pun menyediakan photo booth bersama
para cosplay untuk pengunjung yang datang.

Showcase kali ini cukup menarik perhatian mahasiswa PENS, mahasiswa
yang berkunjung pun tampak menikmati alunan musik sesekali membaca komik dan
melihat hasil gambar anime. Beberapa dari
mereka turut berfoto dengan para tokoh cosplay.

Kegiatan showcase malam ini sudah terencana sejak dua bulan lalu, namun
untuk intensif rapat dan persiapan baru dilaksanakan dua minggu lalu dan baru fix disetujui perizinan minggu ini.
Dengan persiapan yang minim, showcase perdana
ini berjalan lancar.

“Alhamdulillah tidak ada kendala
yang berarti, walaupun publikasinya kurang tapi tidak mengurangi kemeriahan showcase malam ini,” ujar Alif Hamka,
salah satu anggota komunitas Janaka

“Harapannya bisa lebih
kompak,  bisa membuat acara yang lebih
besar, konsisten, dan pastinya bisa berjalan-jalan ke Jepang bersama-sama,”
tambah Alif. (and/rar)