Permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara berkembang saat ini adalah jumlah bahan bakar fosil yang sangat terbatas sementara kebutuhan terus meningkat. Krisis energi merupakan persoalan utama yang sampai saat ini belum dapat dipecahkan oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu yang mendasari terjadinya kelangkaan energi adalah pemakaian energi yang tidak efektif. Hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah meningkatkan efisiensi penggunaan sumber energi tersebut.
Dengan pembuatan “Rancang Bangun Pemanas Air Otomatis dengan Estimasi Waktu dan Monitoring Suhu” ini, diharapkan dapat mengurangi terjadinya kelangkaan sumber energi fosil yang ada dan meningkatkan efisiensi bahan bakar fosil yang digunakan dengan cara menambahkan fungsi kontrol pada alat pemanas air sehingga alat tersebut mati secara otomatis ketika air sudah mendidih. Selain itu kita juga dapat mengetahui estimasi waktu yang dibutuhkan untuk memasak air dengan volume tertentu dan memonitor suhu air yang dimasak. Metode yang kita gunakan adalah metode regresi linear dengan memanfaatkan data statistika sehingga diketahui rumus empirisnya.
Setelah melalui pengujian didapatkan hasil bahwa lama pemasakan air sangat ditentukan oleh volume air dan ukuran gelas yang digunakan. Semakin besar ukuran gelas yang digunakan maka semakin cepat proses pemasakan air. Dengan volume 200 ml pada gelas dengan luas penampang 35 cm2 membutuhkan waktu kurang lebih 15.11 menit sedangkan untuk gelas dengan luas penampang 95 cm2 hanya 11.20 menit Selain itu semakin besar volume air maka semakin lama proses pemasakan air. Saat volume air 250 ml maka waktu yang dibutuhkan untuk mendidihkan air adalah 14.25 menit pada gelas yang memiliki luas penampang 95 cm2. Dengan adanya pemanas air ini dapat memberikan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Kata Kunci : Estimasi waktu, monitoring suhu, model regresi linear.

wpChatIcon
EnglishIndonesian