ABSTRAK
Penggunaan beban non linier seperti VSD menimbulkan harmonisa yang besar. Dengan timbulnya harmonisa tersebut maka dilakukan pengurangan spektrum harmonisa dengan cara pemasangan filter pasif. Daya pada induktor pada filter dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi dengan cara mengganti induktor menjadi trafo. Sisi sekunder disearahkan dan dinaikkan menggunakan full bridge DC-DC converter kemudian diubah menggunakan inverter dengan harapan dapat menjadi sumber energi alternatif baru. Pemanfaatan dibatasi hanya pada daya trafo filter saja, sehingga tidak memperhatikan arus harmonisa. Full bridge DC-DC converter menggunakan metode phase shifted pada pengaturan tegangan DC-nya. Sedangkan inverter menggunakan metode Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM). Pada perencanaan terdiri dari baterai accu 36 V, full bridge DC-DC converter penaik tegangan DC menjadi 300V, SPWM inverter perubah tegangan DC 300V menjadi AC 220V, dan mikrokontroler ATmega16 sebagai pembangkit pulsa PWM dan SPWM. Pada pengujian keseluruhan sistem, dengan beban variasi (170 watt) mampu menghasilkan tegangan AC 200 volt RMS dengan arus 0.7 A. Kemudian setelah dilakukan integrasi dengan trafo filter, menghasilkan tegangan AC 150 volt RMS dengan beban 18.4 watt. Dan THDi sistem berubah dari 85.3% menjadi 52.89%. Ketika beban ditambah sampai 300 watt, tegangan keluaran inverter turun. Dengan demikian desain dari full bridge DC-DC converter kurang bisa memenuhi perencanaan daya 450 VA.
Kata Kunci: Sumber energi alternatif, filter pasif, full bridge DC-DC converter, SPWM inverter