ABSTRAK
Kita sering merasa terganggu oleh kebisingan yang disebabkan oleh lingkungan sekitar ketika kita dalam sistem komunikas. Aebuah contoh kebisingan adalah suara yang sangat keras lendaraan dijalan raya yang mengganggu komunikasi kita. Kita mungkin kehilangan informasi jika jika kebisingan tidak kita hilangkan. Maslah kebisingan ini dapat diselesaikan dengan filter adaptif
Dalam Tugas Akhir ini, akan dijajaki dan didemonstrasikan penerapan algoritma Least Mean Square (LMS) sebagai basis dalam pembentukan beamforming pada sebuah antena array utnuk dapat mewujudkan sebuah smart antenna. Smart antenna adalah sebuah antena yang dapat mengatur pola radiasi atau pola penguatan sedemikianrupa sehingga penguatannya optimal pada arah kedatangan sinyal yang di inginkan dan teredam pada arah kedatangan yang interferensi.
Dari hasil simulasi sistem smart antena yang dilakukan ternyata diperoleh hasil bahwa untuk simulasi dengan algoritma LMS untuk nilai μ menghasilkan keluaran terbaik saat μ=0.001 dengan kecepatan adaptasi 364 menghasilkan SIR 40.006794dB. Sedangkan untuk selisih sudut terbaik adalah semakin besar selisih sudut antara SOI dan SNOI maka SIR semakin optmal.
Secara umum dengan menggunakan algoritma LMS, dengan semakin kecil nilai μ maka kecepatan adaptasi dari sistem smart antena akan semakin lambat tetapi bentuk keluaran semakin baik.
Kata Kunci : Smart antenna , Beamforming , LMS.