EEPIS-Online (28/02), Proses pemilihan Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya periode 2013-2017 sudah berada di tahap paling akhir. Kemarin (28/02), keputusan senat yang telah di tunggu-tunggu pasca pemilu raya pada Selasa (19/02) lalu akhirnya diumumkan juga kepada Civitas Akademika PENS.

Sebelum rapat senat dimulai, telah tampak antusisme para warga mulai dari mahasiswa, staf, dan para dosen. Mereka berkumpul melebur menjadi satu di hall D4 untuk menanti dan menyambut kedatangan Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA. selaku Rektor ITS yang juga menjadi utusan Menteri Pendidikan. Rektor hadir meski terlambat selama 5 menit dan segera menyelenggarakan rapat penentu nasib seluruh civitas di PENS ini. Wajah ketengangan para warga yang menunggu dan menanti berlangsungnya rapat senat diluar ruang pun semakin terasa.

Triyogi mengemukakan alasan mengenai mengapa ia yang harus menghadiri. Triyogi berhak memberikan pengaruh suaranya sebesar 35% ini, karena statuta PENS secara materi belum di sahkan secara tertulis di kementrian, meskipun secara internal telah diakui.

Rapat yang dilaksanakan secara tertutup di ruang sidang D4 lantai 2 ini, dihadiri oleh 53 orang. Diantaranya ketiga Calon Direktur PENS, Pembantu Direktur (PD) bidang kurikulum, PD bidang administrasi dan keuangan, PD bidang kemahasiswaan serta PD bidang kemitraan dan humas. Tidak ketinggalan hadir pula Kepala Departemen, Kepala Prodi, Perwakilan tiap prodi, dan beberapa Dosen yang tergabung dalam Senat PENS, ikut pula perwakilan karyawan yang hadir dalam rapat tersebut.

Runtutan acara hari ini sendiri pertama-tama dilakukan sambutan dari rektor, presentasi masing-masing calon direktur, tanya jawab, kemudian dilanjutkan inti dari agenda hari ini yaitu pengumpulan suara atau voting oleh senat bersama rektor. Voting dipilih karena dianggap lebih aman karena untuk menghindari musyawarah yang akan menonjolkan 1 kubu. Digambarkan dengan suasana yang lancar, aman, dan rukun rapat ini berlangsung sejak pukul 13.00 sampai dengan 15.00.

Dalam pengakuan Rika selaku KPU pemilihan DIrektur PENS tahun ini, jika dibandingkan dengan pemilihan direktur di tahun sebelumnya, pemilihan tahun ini lebih adil semua sesuai dengan peraturan. Lebih terbuka dibanding dahulu, keputusan di ambil oleh menteri di tempat tanpa ikut campur dari kampus, sedangkan sekarang menteri ataupun rektor datang langsung dan melakukan voting dengan bobot 35% dan 65% untuk senat. Meski tidak di pungkiri hasil rapat senat bisa jadi tidak seperti hasil saat pemilu raya yang telah dilaksanakan sebelumnya. "Pada dasarnya pemilu raya itu sendiri hanya sebagai bahan pertimbangan untuk di bawa ke rapat senat," jelas Rika.

Dengan durasi rapat yang cukup lama, diputuskanlah Dr. Zainal Arief, ST, MT dengan nomor urut tiga memperoleh angka suara dari senat sebanyak 30 suara, di susul kandidat nomor satu Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, PhD sebanyak 14 suara, 8 Suara untuk nomor dua Ir. Gigih Prabowo, MT dan 1 suara untuk Abstain atau tidak sah. Suasana yang semula dingin, berubah hangat ketika rektor dan senat keluar ruangan dengan membawa hasil yang telah di nanti warga kampus yang telah menanti sejak pagi ini.

Menurut Zain -sapaan Zainal-, hal ini merupakan langkah awal. Dengan wibawa, Zain yang baru saja terpilih sebagai orang nomor satu di PENS mengucapkan terimkasih atas amanah yang telah di berikan kepadannya, serta dimohonnya kerjasama untuk seluruh lapisan warga untuk bekerjasama untuk membuat PENS jauh lebih baik. "Terimakasih atas amanah ini, untuk membuat baik kita tak bisa lakukan sendiri, butuh kerjasama dari bawah hingga atas. Dan pertama kali yang akan saya lakukan adalah memperbaiki jendela kita, website PENS," ungkap beliau.

Hampir semua lapisan mahasiswa, dosen, dan staf memberikan apresiasi positif tentang hasil ini. Mereka berharap siapapun yang menjadi pemimpin dapat membawa angin segar bagi perkembangan PENS ke depan. Selain itu, sosok pemimpin baru diharapkan juga tetap memberikan wadah bagi prestasi lainnya serta sebagai pengayom mahasiswa dan karyawan. Karena itulah pilihan terbaik dari kita, oleh kita, dan untuk kita demi PENS yang jauh lebih baik. Pasca kegiatan ini, Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, Ph.D akan tetap menyelesaikan tugasnya sebagai Direktur hingga pelantikan Zainal pada 18 Mei 2013 mendatang. (arn/sat)