"rekor_muri.jpg"EEPIS Online, Sebuah prestasi bidang robotika kembali diraih oleh PENS. Kali ini bukan karena robotnya melainkan “hasil” dari pertandingan robot. Pasalnya besok PENS akan dikukuhkan sebagai Pemecah Rekor MURI untuk “Juara/ Pemenang Kontes Robot Indonesia Sebanyak 11 kali berturut-turut dari tahun 1993-2009”.

“Ide ini muncul dari keinginan PENS untuk mendokumentasikan prestasi robotika yang pernah dicapai. Melalui MURI, kami berharap memperoleh pengakuan atas prestasi kami baik di tingkat nasional maupun internasional,”ungkap Ir. Dadet Pramadihanto, M.Eng, Ph.D. Direktur PENS.

Icon “Robotik” ini sebetulnya tidak dicapai dalam waktu yang singkat. Perjuangan serta pengorbanan Civitas Akademika sejak awal berdirinya PENS th. 1989 turut mendukung terwujudnya prestasi robotika PENS. Keikutsertaan PENS di event kompetisi robot internasional bermula dari adanya kerjasama yang cukup baik dengan Pemerintah Jepang, melalui JICA. “JICA-lah yang memperkenalkan kita dengan kompetisi robot internasional. Saat itu kami diajak ikut untuk tingkat kosen (tingkat Politeknik, red)” kata Dadet menerawang.

PENS sempat diundang sebagai peserta di tahun 1991 dan 1992. Selanjutnya, tahun 1993 diadakanlah Kontes Robot Indonesia pertama kali dan PENS sebagai host nya. Meski sempat fakum selama 6 tahun, Kontes Robot Indonesia ini pun pada akhirnya dapat terselenggara secara kontinu setiap tahunnya, dengan jumlah pendaftar yang kian meningkat. Sistem seleksi pertandingan pun telah berkembang menjadi seleksi regional dan nasional. Bahkan jenis pertandingan robot di Kontes Robot Indonesia bertambah lagi dengan adanya Kontes Robot Cerdas Indonesia dan Kontes Robot Seni Indonesia.

Kesempatan bertanding berkali-kali di event Internasional membuahkan prestasi menggembirakan. Di antaranya tahun 2000 Tim robot B-CAK dari PENS menjadi Champion pada Kontes Robot Internasional yang diselenggarakan di Jepang, menjadi runner up di tahun 2007 dan 2008, serta beberapa penghargaan khusus.

Paulus Pangka, Manager MURI menyatakan rekor yang dicapai PENS ini cukup unik. “Kalau sekedar menjadi pemenang itu biasa, namun ketika menjadi kemenangan secara berturut-turut itulah sisi uniknya,” kata beliau disela-sela kegiatannya meninjau persiapan acara Penganugrahan MURI besok.

Teknologi robotika di Indonesia sendiri sebenarnya tidak kalah dengan negara-negara lain. Hal ini dapat diketahui ketika PENS mengikuti pertandingan robot tingkat internasional. “Sudah saatnya teknologi robotika tidak hanya dikuasai untuk level pendidikan. Industri seharusnya menangkap peluang baik dengan mengembangkan teknologi ini sehingga bisa dimanfaatkan untuk lingkungan luas, bahkan rumah tangga,” imbuh Dadet.

Mendatang, PENS berencana membuat Museum Robotika yang akan menampilkan robot buatan PENS hingga robot-robot yang pernah menjuarai Kontes Robot Nasional dan Internasional. Harapannya, agar teknologi ini dapat lebih dikenal dan dikembangkan di semua kalangan. (humas PENS)