EEPIS Online – Usai berakhirnya Ujian Akhir Semester (UAS), kampus
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) diramaikan dengan sebuah acara
yang tidak hanya menarik antusias mahasiswa PENS, namun juga mahasiswa luar
sekitar PENS. Hari ini, (26/7) dihelat sebuah kuliah tamu sekaligus sosialisasi
yakni
Road to RIoT. Berlangsung di
gedung Teater PENS,
Road to RIoT ini
mengusung tema
"Health Problem
Solutions with IoT".

Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, acara ini dihadiri
oleh 102 peserta yang berasal dari PENS dan juga beberapa perguruan tinggi
lainnya yang berada di sekitar PENS. Setelah melakukan registrasi, acara ini dibuka dengan pengenalan sekaligus
sosialisasi mengenai RIoT 2017 oleh Aditya Wibowo yang
merupakan salah seorang yang tergabung dalam Team Makestro.Tidak hanya itu, Presiden BEM yakni Paminto Nugroho juga memberikan sambutan sebagai pembuka kuliah tamu ini.

Pada kesempatan ini, kuliah tamu diisi dengan dua sub
tema diantaranya,
tema pertama yakni “Health Problem Solution using IoT”. Pada materi ini, dibawakan oleh Achmad Zulkarnain Al-Jufri dari PENSKY. Sebelum
mengawali kuliah tamunya, beliau
memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang hadir untuk sharing mengenai IoT.Selanjutnya, sebelum menuju materi pembahasan terlebih dahulu
beliau memutarkan sebuah video yang menunjukkan pengaplikasian IoT dalam kehidupan sehari- hari. Setelah menyampaikan setengah materinya, kemudian beliau digantikan oleh Muhammad Zainal Mutaqqin selaku CTO Transmedis yang melanjutkan pembahasan materi
mengenai IoT
dibidang kesehatan.

Memasuki
materi kedua yakni IoT Technical
Skill yang
disampaikan oleh Andri Yadi salah seorang anggota Team Makestro. Dalam penyampaian materinya beliau mendemokan
secara langsung bagaimana penggunaan IoT secara
teknisnya. Dalam
kedua sesi kuliah tamu ini, seluruh peserta yang hadir inipun juga diberikan
kesempatan untuk mengajukan pertannyaan-pertanyaan kepada pemateri secara
langsung. Dan kuliah tamu inipun berakhir pada pukul 15.00 WIB.

“Kesannya, ada informasi-informasi teknologi baru
yang bisa didapat, tidak hanya ATmega atau Arduino yang biasa kita pakai dan
semoga kedepannya di PENS sendiri ini tercipta ekosistem yang mau bergerak di
bidang hardware nya yang canggih tidak
hanya yang konvensional saja,” ujar Tegar Imansyah, mahasiswa Teknik
Mekatronika 2013.(meg)