EEPIS Online – Sehubungan dengan peringatan 50 tahun berdirinya Asian Development Bank (ADB) sebagai salah satu bank yang paling
berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Asia, ADB kembali menjalankan program
Polytechnic Education Development Project
(PEDP) di Indonesia. Bersama empat perguruan tinggi lainnya, Politeknik
Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi salah satu instansi yang ditunjuk
untuk menerima dana hibah pada program tersebut. Dana ini kedepannya akan
digunakan untuk pengembangan Pusat Unggulan Teknologi PENS.

Ditahun sebelumnya, ADB telah memberikan dana hibah yang
digunakan sebagai pembangunan dasar fasilitas untuk inkubator bisnis PENS yakni
PENS Sky. Seperti di tahun sebelumnya,
dana hibah kali kedua ini turut difungsikan untuk pengembangan fasilitas PENS Sky. Kedepannya seluruh ruang di lantai
3 gedung Pusat Unggulan Teknologi (PUT) PENS akan difungsikan sepenuhnya untuk
slot riset teknologi PENS Sky.

Pada program PEDP ini, dilakukan serangkaian kegiatan
kunjungan produk hasil riset teknologi yang diawali dengan presentasi pada
gedung pasca sarjana PENS. Selanjutnya dilakukan kunjungan kegedung Pusat
Unggulan Teknologi PENS dan diawali oleh demo 3D printer yang berlokasi di
lantai 1. Selain itu terdapat pula karya riset mahasiswa dan dosen yang
bertempat dilokasi yang sama.

Presiden ADB yakni Takehiko Nakao menyatakan bahwa pihaknya
cukup kagum dengan karya hasil riset mahasiswa dan dosen PENS, sehingga beliau
kembali mempercayakan dana hibah untuk kedua kalinya. Senada dengan Nakao,
Prof. Intan Ahmad Ph.D selaku Direktur Jenderal Pembelajarandan Kemahasiswaan ,
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi turut memberikan respon
serupa. “Terus terang, amat menggembirakan bagi saya, karena contoh-contoh
produk ini bisa diaplikasikan, karena yang dihasilkan adalah kombinasi produk
luar dan produk sendiri namun dapat tetap diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari,” ungkap Prof. Intan Ahmad Ph.D seusai melihat hasil karya riset
puluhan tim yang tergabung dalam PENS Sky.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba karya produk teknologi
inovasi yang digelar oleh manajemen PENS Sky.
Seluruh tim yang turut bergabung oleh PENS Sky
akan dinilai karyanya berdasarkan segmentasi pasar, modal bisnis, kesiapan
produk dan potensi bisnis. Peringkat pertama diraih oleh Mesosfer, peringkat
kedua diraih oleh Pride 2017, sedangkan Ide IoT menduduki peringkat ketiga.
Melalui dana hibah oleh ADB, dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa PENS
khusunya tim yang didanai oleh PENS Sky
untuk terus berinovasi. (zya)