EEPIS-Online. Hari ini, (2/2), Presiden Asian Development Bank (ADB), Takehiko
Nakao, melakukan kunjungan di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
(PENS). Kunjungan ini dimaksudkan untuk membahas salah satu proyek ADB di
Indonesia, yakni Polytechnic Education
Development Project
(PEDP). Salah satu agenda dari kunjungan Presiden Nakao
adalah melakukan presentasi dan diskusi bersama jajaran petinggi institusi
pendidikan mengenai PEDP. Agenda presentasi dan diskusi ini bertempat di Gedung
Pascasarjana PENS.

PEDP
merupakan proyek yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Politeknik
di Indonesia. Dengan memberikan bantuan berupa dana pengembangan mutu baik
kepada Politeknik Negeri maupun Politeknik Swasta. Pemberian dana tersebut
melalui kompetisi Program Hibah Kompetisi Pengembangan Mutu Pendidikan
Politeknik (PHK-PMPP). Sehingga dalam agenda presentasi, Dr. Zainal Arief, ST.,
MT., selaku Direktur PENS, menyampaikan
mengenai fase pengembangan pendidikan di PENS serta berbagai produk inovatif
dalam kolaborasi dengan industri atau institusi.

“Beberapa
upaya agar PENS dapat dikenal dalam tingkat Internasional, diantaranya kami melakukan
pertukaran pelajaran, pengembangan kapasitas serta ekspansi kerja sama,”
tuturnya dalam penyampaian materi presentasi.

Prof. Intan Ahmad, Ph.D, yang
merupakan Direktur Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjen
Belmawa Kemenristekdikti) juga turut mendampingi kunjungan
ini. Selain itu, hadir pula
para Direktur dari beberapa Politeknik, yaitu Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Politeknik Negeri Jakarta
(PNJ) dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Kehadiran tersebut tentunya berkesinambung
dengan adanya agenda diskusi mengenai peningkatan relevansi yang sesuai dengan
kebutuhan industri serta pengembangan kerja sama dengan industri.

Selama berlangsungnya presentasi dan
diskusi juga disisipi sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan
adalah tentang bagaimana PENS memilih siswanya oleh Presiden Nakao. Presiden
ADB yang sudah berkiprah sejak tahun 2013 ini juga memaparkan inovasi yang
dimiliki PENS sudah cukup baik.

“PENS memiliki penanaman modal
teknologi yang cukup baik. Saya rasa PENS mampu untuk bersaing secara Internasional.
Hal ini mengacu kepada kompetisi robot yang pernah diikuti oleh mahasiswa PENS
seperti yang dipaparkan pada diskusi tadi,” ungkap Presiden ADB ke-sembilan
ini.

Agenda presentasi dan diskusi dalam
kunjungan ini ditutup dengan penyerahan buku sejarah PENS edisi pertama kepada
Presiden Nakao dan Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Serta diadakan sesi foto bersama di
depan Gedung Pascasarjana PENS. Kemudian acara dilanjut dengan kunjungan ke
laboratorium dan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) yang ada di PENS. (fre)