EEPIS Online – National Polytechnic English Olympics (NPEO) 2015 dilaksanakan di Makassar pada 3 – 7 Mei 2015. Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menjadi tuan rumah dalam ajang perlombaan english skill ini. Terdapat empat cabang perlombaan diantaranya debate, speech, news casting dan story telling. Dalam kesempatan ini PENS mengirimkan satu wakil di setiap cabang perlombaan.

Wakil asal PENS yang beradu pada debate competition yakni Samudra Al Hakam R (3 Mekatronika B), Aldi Bayu Kreshnanda (1 D4 Tekkom B) dan Moh. Wijayanto (1 D4 Tekkom A). Di cabang speech diwakili oleh mahasiswa asal 2 D3 Elin A, Ahmad Burhanuddin Yusuf. Nur Fadlilah Husnandanti (3 D4 SPE) menjadi wakil cabang news casting. Di cabang story telling diwakili oleh Puspita Kurnia Sari (3 D3 Elin B). Keenam mahasiswa ini didampingi dua dosen bahasa inggris PENS, Bapak  Irwan Sumarsono SS., M.Pd. dan Ibu Dias Agata.

Tim yang mewakili PENS berangkat pada Minggu (3/5) pk. 11.00 WIB. Meski penerbangan sempat ditunda 40 menit, tim ini sampai di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan lancar pk. 14.00 WITA. Rombongan langsung diarahkan ke Aula PNUP untuk melakukan Workshop on Adjudication bagi dosen pendamping dan Technical Meeting bagi peserta lomba.

Hingga memasuki hari kedua, dua cabang perlombaan yaitu speech dan news casting harus berbesar hati karena tidak lolos ke babak semifinal. Sedangkan cabang story telling lolos ke babak semifinal yang baru dilangsungkan pk. 16.00 – 20.30 WITA. Hasil penilaian cabang story telling akan diberitahukan pada 6 Mei 2015. Di cabang debate tim PENS lolos octo final setelah bertemu Politeknik Negeri Medan, dan akan beradu di babak quarter final esok hari (6/5).

"Kita sangat bersyukur atas hasil semestara ini, meskipun speech dan news casting tidak bisa melaju ke semi final mereka telah melakukan yang terbaik untu PENS," ujar Bapak Irwan. "PENS masih punya kesempatan untuk divisi story telling dan debate, mohon doanya semoga kita bisa melaju ke babak selanjutnya dan meraih juara," tambah beliau.

Hari ini menjadi waktu yang cukup melelahkan bagi tim debat asal PENS setelah berdebat melawan 4 tim. Mereka (re: tim lawan) yang sudah dihadapi diantaranya Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Malang dan Politeknik Negeri Medan. Tim yang terdiri dari 3 orang ini memfokuskan untuk menjaga kondisi tubuh dan agar esok mampu tampil prima. Tentunya tanpa mengabaikan latihan untuk menjaga atmosfer debat mereka. Hal serupa juga dilakukan Puspita dalam mempersiapkan cerita yang akan dibawakan esok hari pasca pengumuman tentang motivational heart breaking dimana harus berupa karya sendiri/original. (nan)