EEPIS-Online (10/10), Memaksimalkan seluruh performa dalam suatu ajang lomba merupakan hal yang wajib dilakukan peserta. Dalam ajang KRTI 2014 tidak menutup kemungkinan sesi presentasi pun menjadi kekuatan tersendiri. Adanya penghargaan presentasi terbaik untuk tingkat perguruan tinggi membuat 32 peserta perguruan tinggi divisi fixed wing dan rotary wing ini harus bersaing maksimal.
Presentasi tim dilakukan hari ini di Hotel Transit Pasuruan. Untuk memaksimalkan presentasi tim sekaligus mengefisiensikan waktu, presentasi dilakukan di 3 ruang yakni ruang 208, 209 dan 211. Peserta diberikan total waktu 30 menit dengan rincian 5 menit persiapan, 10 menit untuk presentasi dan 15 menit tanya jawab. Pembagian ruangan dilakukan berdasarkan tingkat dan divisi perlombaan. Untuk divisi fixed wing tingkat perguruan tinggi menempati ruang pertama, divisi rotary wing tingkat perguruan tinggi berada di ruang kedua dan di ruang ketiga untuk peserta asal umum dan SMA/SMK.
Sesi presentasi akan besamaan dengan running test. Running test dilaksanakan di lapangan aeromodelling TNI AU Raci, Bangil – Pasuruan. Meski bersamaan akan ada dua sesi dalam pelaksanaan kegiatan hari kedua ini. Sesi pertama dilaksanakan pukul 07.00 – 11.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 – 17.00 WIB. Pembagian pelaksanaan menjadi dua sesi dilakukan mengingat hari kedua pelaksanaan adalah hari Jumat dimana akan terpotong waktu untuk sholat Jumat di tengah hari.
Untuk memaksimalkan performa dan kesempatan mahasiswa asal Universitas Telkom mengeluarkan empat robot, dua pada kategori mahasiswa dan dua dikategori umum. Masing-masing kategori mengikuti divisi fix wing dan rotary wing. "Bagus juga ada penghargaan presentasi terbaik jadi sepintar-pintarnya bikin alat setidaknya bisa menyampaikan dan menularkan ilmunya," ujar Wandy mahasiswa Telekomunikasi Universitas Telkom. Wandy menjelaskan bahwa desain robotnya base on learning (trial and error). Untuk memadukan ilmu tim asal Bandung ini berasal dari jurusan Telekomunikasi, Teknik Elektro dan Teknik Industri.
Dengan diadakannya Kontes Robot Terbang Indonesia ini dapat memacu perkembangan penguasaan teknologi robot terbang di Indonesia. Disamping itu, secara umum diharapkan kontes ini dapat meningkatkan pengusasaan teknologi kedirgantaraan dan dapat menjadi wadah berkumpul dan bertukar pikiran para penggiat kedirgantaraan Indonesia serta membangkitkan semangat kreativitas di kalangan mahasiswa dan pelajar. (nan/ifl/dio)