EEPIS-Online (10/10), Berbeda dengan EMIRO yang sudah mendapatkan kesempatan untuk running test, tim EFRO dari divisi fixed wing terpaksa menunda running test karena masalah teknis. Meski sempat tertunda hingga saat ini tim masih berusaha agar robot/wahana nya bisa melakukan running test karena hanya ada satu kali kesempatan untuk running test.

Tim EFRO memasuki meja validasi pukul 14.10 WIB dengan melakukan penimbangan. Berat keseluruhan 3,7 kg dengan diameter 433cm. Namun saat melakukan pengaturan video dan radio video tidak dapat terkoneksi hal ini diduga karena adanya trouble telemetri. "Trouble ini bisa disebabkan karena mungkin ada kesalahan wiring/koneksi kabel atau karena seringnya dipasang cabut," ujar Agus kepada rekan media ditengah troubleshooting robot. Minimal kecepatan robot adalah 9,3 km/jam sedangkan saat running robot berada di kisaran kecepatan 12km/jam.

Farizi selaku driver asal teknik komputer tidak hanya tampak mempersiapkan robotnya melainkan juga mentalnya untuk bisa bertanding besok. Hingga saat ini tim yang lancar dan smooth baik saat take off, fly dan landing adalah dua tim asal Institut Teknologi Bandung. Beberapa kampus yang juga mengalami trouble serupa dengan PENS di sisi telemetri yakni Universitas Teknokrat Lampung dan Politeknik Ujung Pandang.

Dengan kerjasama tim, EFRO berusaha keras agar bisa mencoba lapangan pertandingan. Andaipun tidak ada kesempatan untuk melakukan running test kembali, tim akan mengoptimalkan dari sisi kondisi robot baik hardware ataupun software serta mental. (nan/ifl/dio)