Surabaya, pens.ac.id – Guna memberikan kontribusi nyata bagi industri strategis Indonesia, empat mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih Juara 3 pada ajang Hackathon Sawit Nasional 2025. Tim Jos Sawit yang beranggotakan Muhammad Amir Abdurrozaq, Muhammad Fattachul Aziz, dan Yasir Maarif dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Informatika, serta Rivaldi Aditya Eka Wiryawan dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri tersebut, sukses melewati serangkaian seleksi yang berlangsung secara daring melalui Zoom Video Conference mulai Kamis (21/8), hingga puncaknya pada Rabu (5/10). Melalui inovasi TBSense, Tim Jos Sawit PENS mampu memonitor kesehatan tanah, mendeteksi dini penyakit Ganoderma, serta menganalisis kematangan buah sawit secara real-time.
Hackathon Sawit Nasional 2025 menantang peserta untuk menciptakan solusi digital inovatif, mulai Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga data analytics, guna memecahkan masalah nyata di industri perkebunan. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ini, tim PENS mengembangkan inovasi bernama “TBSense”. Inovasi tersebut dirancang karena tim melihat fakta bahwa terdapat lebih dari 50% pohon sawit mati akibat penyakit yang terlambat terdeteksi dan keputusan panen saat ini masih diambil secara manual atau berdasarkan perkiraan.
Di balik pencapaian gemilang tersebut, Tim Jos Sawit harus menghadapi dinamika kompetisi yang ketat, mulai menyatukan ritme kerja lintas disiplin ilmu hingga menyelesaikan riset lapangan dan pengembangan prototipe AI dan IoT dalam waktu yang sangat terbatas. Namun, tantangan tersebut justru memperkuat soliditas tim hingga kerja keras mereka terbayar lunas saat diumumkan sebagai juara di antara ratusan peserta asal berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Menutup keberhasilannya, Yasir Maarif selaku salah satu anggota tim Jos Sawit berharap agar prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa PENS lainnya. “Kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi tentang belajar, memperluas jaringan, dan menguji kemampuan diri. Kami ingin mahasiswa kampus kita semakin aktif menciptakan inovasi yang berdampak, karena peluang masa depan sangat luas untuk mereka yang berani mencoba,” ungkapnya. (slv/asp)