Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka mendukung peningkatan literasi digital, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) bekerja sama dengan Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan seminar luring pada Selasa (19/3). Selaras dengan tujuan tersebut, seminar ini merupakan bagian dari program sinergis Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO RI) di sektor pendidikan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) sejak tahun 2017. Sebanyak 250 mahasiswa hadir memperhatikan empat topik utama, yakni Budaya Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Kecakapan Digital di Ruang Teater Gedung D3 PENS. 

Kerjasama kegiatan literasi digital ini dibuka oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) dan Direktur Pemberdayaan Informatika dari KOMINFO, yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B. Sc. M. M. Dalam penuturannya, Semuel mengungkapkan pentingnya penguasaan literasi digital untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan terhadap empat pilar literasi digital. Selain itu, Dr. Tri Budi Santoso, S.T., M.T., selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sumber Daya Manusia turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi atas terlaksananya roadshow literasi digital di PENS. Sejumlah pembicara dihadirkan, diantaranya Dr. Firman Arifin, S.T., M.T., sebagai Dosen Teknik Elektronika yang memaparkan materi tentang Budaya dan Etika Digital. Muhajir Sulthonul Aziz, S. Kom., M. I. Kom., selaku Ketua Relawan TIK Surabaya yang membawakan topik materi tentang Keamanan Digital, serta materi Kecakapan Digital yang disampaikan oleh E. Rizky Wulandari, S. Sos., M. I. Kom., selaku Penggiat Literasi Digital.

Dengan berfokus di sektor pendidikan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas di tengah isu dan tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Muhajir menegaskan keyakinannya melalui kegiatan seminar di PENS ini, “saya yakin PENS adalah salah satu perguruan tinggi yang memiliki tingkat teknologi yang sangat istimewa masif. Namun, jangan lupa bahwa di dalamnya harus ada keseimbangan antara budaya dan etika.” Tak hanya itu, ia juga mengharapkan dapat bekerja sama dengan PENS di berbagai kegiatan dan menyatakan siap membuka komisariat Relawan TIK Kampus PENS bagi mahasiswa atau dosen yang berkeinginan untuk turut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat. (haz/ina)

wpChatIcon
EnglishIndonesian