Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya menggelar upacara bendera yang dilaksanakan di Lapangan Merah Gedung D3 PENS. Upacara digelar pada hari Jumat (28/10), dengan diikuti oleh mahasiswa dan seluruh civitas akademika PENS. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 ini Pemerintah Indonesia mengusung tema “Bersatu Bangun Bangsa”. Upacara ini terlaksana sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia.

Upacara bendera dibuka pada pukul 07:00 WIB oleh pemandu upacara, ditandai dengan persiapan barisan oleh masing-masing pemimpin barisan. Setelah pemimpin dan pembina upacara memasuki lapangan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Peserta upacara tampak khidmat mengikuti kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.

Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, AliRidho Barakbah, S.Kom, Ph.D., bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun ini. Kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, kemudian pembacaan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Setelahnya, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928 turut dibacakan. UKM PSM membawakan lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang menambah suasana khidmat.

Amanat Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) dibacakan oleh AliRidho Barakbah, S.Kom, Ph.D. selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, dijelaskan bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi sikap primordial, suku, agama, ras, dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan bukan sebagai faktor yang melemahkan. Peserta upacara semakin bersemangat saat lagu Bangun Pemudi Pemuda dinyanyikan, dan kegiatan upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa oleh petugas upacara. “Peringatan Sumpah Pemuda adalah upaya kita menghadirkan sejarah masa lalu untuk direnungkan, dipelajari, ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar,” ucap Direktur dalam amanatnya. (arm/suc)

wpChatIcon
EnglishIndonesian