Malang, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam hal ini Program Studi Teknik Telekomunikasi menggelar pengabdian kepada masyrakat pada Jum’at (25/11/2022). Berlokasi di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Alat yang diterapkan pada kegiatan pengabdian masyrakat kali ini adalah untuk monitoring level suara pada pengeras suara masjid. Alat ini digunakan untuk memonitoring ketinggian level pengeras suara yang digunakan pada Masjid Imamussalam.

Pengeras suara yang keberadaannya pada sebuah  tempat ibadah umat muslim mempunyai fungsi untuk memperkeras suara adzan atau panggilan waktu solat agar dapat menjangkau jamaah yang rumahnya jauh dari masjid. Kesalahan dalam merawat pengeras suara masjid juga dapat menjadi masalah bagi pengelola masjid diantaranya kualitas suara yang buruk dan juga sering terjadinya kerusakan pada perangkat pengeras suara.

Oleh karena itu, salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan supaya lebih mudah digunakan yakni menggunakan Digital Sound Level Meter atau dB Level Meter. Secara teknis alat ini telah terkalibrasi dan sesuai dengan standar penggunaan alat instrumentasi. Sehingga akan banyak tipe, tetapi level suara yang di deteksi akan sama pembacaannya di semua produk DB level meter. Sesuai dengan surat edaran menteri yang memberi saran agar suara masjid dalam 100 desible (dB) dengan sura tidak sumbang.

Alat ukur level suara ini mampu mengatur volume suara yang sedang digunakan sehingga  masyarakat sekitar. “Tadi sudah saya cek ketika khutbah azan solat jumat untuk pengeras suara bagian dalam masjid mendapatkan hasil maksimal 70 dB, dan untuk pengeras suara bagian luar masjid mendapatkan hasil maksimal 80 dB – 85 dB, sehingga sesuai aturan kementerian agama masih dapat dikatakan aman”, Ujar Eko. salah satu Dosen PENS yang terlibat dalam pembuatan alat ini.

Alat monitoring level pengeras suara ini yang telah diterapkan serta dihibahkan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Telekomunikasi PENS kepada Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Melalui kegiatan kolaboratif antara kampus dan masyarakat. “Mudah-mudahan alat pengeras suara Masjid ini dapat membantu takmir Masjid Immamussalam dalam menjalankan aturan dari Kementerian Agama” Ujar Dosen PENS yang akrab disapa Pak Eko. Serta dapat dikembangkan lagi sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan beragama, Imbuhnya.

Musasi, Perwakilan Kepala Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang menyambut baik hasil karya dosen dan mahasiswa PENS ini. “Kami sangat berterimakasih atas bantuan monitoring level suara pada pengeras suara masjid yang disumbangkan di Masjid Immamussalam. Mudah-mudahan pengabdian tidak hanya sampai disini tetapi mungkin bisa berlanjut diwaktu yang mendatang.” Ujarnya.

(Hum)

wpChatIcon
EnglishIndonesian