Surabaya, pens.ac.id – PENS International Cooperation Office (PICO) usai menghelat Scholarship Talk pada Sabtu (14/8). Dilaksanakan secara daring melalui Zoom Video Conference, kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang beasiswa dan belajar diluar negeri. Dimulai pukul 12.00 WIB dengan bertajuk “Goes Around The World With Scholarship”, kegiatan ini menghadirkan empat penerima beasiswa mulai dari scholarship EPOS DAAD Jerman, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Monbukagakusho (MEXT) Jepang dan Awardee Fulbright Amerika Serikat.

Sebagai MC, Asmaralda Laksmi Firdausi memulai kegiatan dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PICO yakni Iwan Syarif, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D. Pada sambutannya, Iwan Syarif menceritakan tentang perjalanan hidupnya untuk mendapatkan beasiswa kepada para peserta. Tidak hanya itu, Kepala Unit Urusan Internasional tersebut berpesan untuk mempersiapkan diri dalam mendaftarkan beasiswa. “Persiapkan diri dengan baik, mulai dari sedini mungkin. Jangan pernah takut untuk bermimpi karena akan selalu ada jalan untuk orang-orang yang berusaha.” ujarnya.

Yuli Setiawan sebagai penerima awardee EPOS DAAD 2018 Technische Universitat Dresden Germany memberikan penjelasan mengenai hal yang dipersiapkan, benefit, serta tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Pemaparan dilanjutkan dengan Yongki Hendrananta, penerima beasiswa Fulbright 2016 Texas A&M University, USA. Beasiswa asal Amerika Serikat ini ditujukan kepada mahasiswa seluruh dunia untuk membentuk mutual understanding dengan negara penerima beasiswa tersebut. Yongki menjelaskan mengenai persiapan, perjalanan menuju Fulbright Scholarship hingga pelajaran yang didapat selama memperoleh beasiswa. “Pada intinya, seluruh beasiswa harus mempersiapkan kemampuan berbahasa inggris, namun dalam persiapan beasiswa Fulbright ini harus mempersiapkan Study Objective (SO) dan Personal Statement (PS).” papar Yongki.

Kemudian untuk beasiswa MEXT dipaparkan oleh Irin Tri Anggraini yang didapat pada tahun 2020. Beasiswa MEXT yang berasal dari Jepang ini diharuskan untuk mempersiapkan publikasi internasional serta harus memiliki relasi dan komunikasi yang baik dengan profesor yang ada di Universitas Jepang yang dituju. Durrotun Nashihin selaku penerima awardee LPDP 2019 juga turut memberikan penjelasan mengenai beasiswa yang dikelola oleh Kementerian Keuangan RI ini. Dalam program beasiswa LPDP terdapat program pengayaan bahasa yang ditujukan untuk mahasiswa dengan keterampilan berbahasa yang kurang sehingga seluruh awardee LPDP memiliki pengetahuan dan keterampilan bahasa yang setara.

Dengan adanya pemaparan dalam Scholarship Talk ini diharapkan dapat meningkatkan semangat mahasiswa PENS untuk mendapatkan beasiswa dengan mempersiapkannya sedini mungkin. (irf/msa)

wpChatIcon
EnglishIndonesian