Surabaya, pens.ac.id – Guna mendorong perguruan tinggi untuk memperluas jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri, PENS International Cooperation Office (PICO) menghelat webinar bertajuk “Penguatan Kerja Sama Internasional untuk Mendukung Penerapan Kurikulum KMMB”. Diselenggarakan pada Selasa (10/8), webinar kali ini mengundang Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada, I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. sebagai narasumber. Peserta yang hadir meliputi dosen dan perwakilan Kantor Urusan Internasional (KUI) dari beberapa politeknik di Indonesia.

Direktur PENS Aliridho Barakbah, S.Kom., Ph.D. berkesempatan memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan webinar. Dalam sambutannya, Aliridho menjelaskan bahwa politeknik dengan sistem SKS paket memiliki tantangan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka yang kaitannya dengan pertukaran pelajar. “Kami ingin belajar dari rekan-rekan dari berbagai univeritas yang memiliki program besar berkaitan dengan pertukaran pelajar,” ujar Direktur PENS.

Setelah itu, masuk pada acara inti yakni pemaparan materi oleh narasumber. Made Andi memaparkan bahwa pentingnya kolaborasi antara KUI dengan masing-masing fakultas atau departemen dalam menjalankan program pertukaran pelajar internasional. Hal ini dikarenakan segala bentuk pelaksanaan kegiatan akademik pada program pertukaran pelajar dilakukan pada tingkat fakultas atau departemen.

Made Andi juga turut menjelaskan mengenai pentingnya terdapat program menarik untuk ditawarkan pada instansi internasional yang hendak diajak untuk bekerja sama. Selain itu, adanya jurusan atau program studi yang terdapat kelas internasional menjadi salah satu hal yang dapat menarik kerja sama pertukaran pelajar luar negeri. Paling tidak terdapat beberapa mata kuliah yang pembelajarannya menggunakan Bahasa Inggris agar materi dapat diterima oleh mahasiswa luar negeri.

Bagi dosen yang pernah belajar di luar negeri, bisa jadi menjadi kesempatan tersendiri bagi kampus untuk menjalin relasi kerja sama. “Saya sarankan kampus untuk mendata dosen lulusan luar negeri yang dapat kita titipkan kerja sama ke instansi tempat dosen tersebut pernah belajar,” ungkap Made Andi. Dari relasi yang baik antara dosen dengan rekan belajarnya di luar negeri saat itu, setidaknya dapat membantu kampus dalam melakukan kerja sama pertukaran pelajar.

Setelah pemaparan materi, agenda selanjutnya terdapat sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta yang hadir tampak antusias, tidak hanya bertanya namun juga berbagi pengalaman seputar pertukaran pelajar di instansi masing-masing.(raf)

wpChatIcon
EnglishIndonesian