Surabaya, pens.ac.id – Guna meningkatkan kepedulian kesehatan mental dan fisik di masa pandemi Covid-19, Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (BEM PENS) usai menghelat Student Sosial Development (SSD) 2021 yang bertajuk “Pentingnya Kesehatan Mental dan Fisik untuk Menunjang Produktivitas di Masa Pandemi”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (26/6) melalui Zoom Video Conference dan terbuka untuk umum. Terdapat tiga narasumber yakni Rizka Ramadhani, M.Psi. selaku Psikolog Lingkar Psikologi, dr. Zeth Boroh, Sp.KO. Spesialis Kedokteran Olahraga dan Samantha Elsener, M.Psi. yang merupakan Art Therapy Specialization yang turut mengisi webinar kali ini.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana SSD 2021 yakni Sulthan Rafi Anwar serta Shinta Amalia Hapsari selaku Sekretaris Jenderal BEM PENS 2021. Dalam kesempatan ini pula, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PENS yaitu Ir. Anang Budikarso, M.T. juga turut serta memberikan sambutannya. “Semoga dengan webinar yang topik sangat pas dengan kondisi saat ini bisa menjadi kesempatan bagi semua untuk terus waspada dengan kesehatan fisik dan mental di masa pandemi Covid-19,” ujar Anang.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Restu Amrilani ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama yakni materi “Pentingnya Kesehatan Mental untuk Menunjang Produktivitas di Masa Pandemi Covid-19” oleh Rizka Ramadhani, M.Psi. Dalam pemaparan materi tersebut dijelaskan mengenai definisi mental health, strategi dan upaya mengatasi tekanan hingga strategi ketika online learning. Kemudian dilanjutkan dengan dr. Zeth yang memaparkan mengenai Physical Health in the Pandemic Covid-19. Dokter spesialisasi keolahragaan tersebut menjelaskan tentang immunity, aktivitas fisik, olahraga, hingga manfaat olahraga bagi mahasiswa maupun pelajar.

Pada sesi ketiga, Samantha, M.Psi turut memaparkan materi mengenai art therapy dan dilanjutkan dengan simulasi making art yang menekankan bahwa aktivitas yang dilakukan dengan kesadaran. Setelah pemaparan materi ketiga selesai, terdapat pembagian voucher konsultasi Lingkar Psikologi secara gratis kepada dua peserta yang paling aktif dalam webinar. Kegiatan resmi ditutup dengan foto bersama yang diikuti oleh seluruh partisipan yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan materi yang telah dipaparkan dapat diimplementasikan melalui pembelajaran Amati Tiru Modifikasi (ATM) baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungan masyarakat. (irf/raf)