Surabaya, pens.ac.id – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dan Wisuda ke-15 pada Sabtu (17/10). Dilaksanakan di Auditorium Lt. 6 Gedung Pascasarjana PENS, kegiatan ini diikuti sebanyak 1065 wisudawan dari jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Program Diploma dari kediaman masing-masing dengan didampingi orang tua. Walaupun dilaksanakan secara daring, kesan sakral dari wisuda tetap bisa tersampaikan.

Prosesi wisuda dimulai ketika Dr. Tri Budi Santoso S.T., M.T. selaku Ketua Senat memasuki tempat sidang. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga Hymne PENS. Pembacaan Surat Keputusan periode Maret dan September 2020 dibacakan oleh Kepala Akademik dan Kemahasiswaan terkait jumlah wisudawan yang terdiri dari 33 Mahasiswa dari Program Magister Terapan (S2), 425 Mahasiswa dari Program Sarjana Terapan (D4), 396 Mahasiswa dari Program Diploma III serta 211 Mahasiswa Program Diploma II Akademi Komunitas Negeri Lamongan dan juga Sumenep.

Pengukuhan ditandai dengan pemindahkan tali toga dari masing-masing wisudawan. Pada kesempatan kali ini, perhelatan wisuda harus mengedepankan masalah kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, face shield dan physical distancing. Wisuda kali ini sukses digelar berkat kerja keras dari para teknisi serta panitia yang turut andil dalam mempersiapkan kegiatan dengan matang. Para pendidik dan civitas akademika juga berhasil mengantarkan mahasiswa PENS untuk menyelesaikan studi. “Pandemi tidak menghalangi proses pendidikan yang mengalami penyesuaian seperti pengerjaan Proyek Akhir secara daring dengan sukses. Ini menunjukkan semangat dan tanggung jawab mahasiswa PENS.” ujar Dr. Zainal Arief ST., MT. selaku Direktur PENS dalam sambutannya.

Video testimoni dari Narah selaku Guru SMK Mochammad Rifki Ramadhani juga turut ditampilkan pada prosesi wisuda kali ini. Beliau memaparkan mengenai perkembangan pesat dari anak didiknya. “Saya turut menggiring Rifki ke politeknik hingga mendapat beasiswa bidikmisi karena saya rasa Rifki sudah memiliki beberapa prestasi di SMK. Terimakasih kepada PENS telah mencetak dan menggodok anak saya sehingga bisa mendapat prestasi hingga tingkat Internasional,” pungkasnya. (irf/kik)