Surabaya, pens.ac.id – Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020 tahap 1 secara resmi telah dimulai. Ujian berlangsung di Gedung D3 dan D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Senin (06/07). Selain ruang ujian juga disediakan ruang tunggu untuk peserta UTBK dari luar kota yang datang sebelum waktu ujiannya dimulai. Memasuki masa kenormalan baru ‘New Normal’, protokol kesehatan diberlakukan dari pintu gerbang hingga masuk ke ruang ujian.

Peserta UTBK yang bertempat di PENS diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dari gerbang pintu masuk berupa menunjukkan bukti hasil rapid test kepada petugas, selalu menjaga jarak, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, menggunakan masker dan membawa hand sanitizer. Keluarga yang mengantar juga tidak diijinkan menunggu di area kampus saat ujian sedang berlangsung untuk menghindari kerumunan.

Sulistiyani, SE. Kasubag Administrasi Umum dan Rumah Tangga mengatakan PENS memfasilitasi peserta UTBK yang lokasi tesnya di Institut Teknologi sepuluh Nopember (ITS) sebanyak sepuluh laboratorium dengan lima belas komputer perkelas dan tiga ruang kelas di masing-masing lantai Gedung D3 dan D4 sebagai ruang tunggu peserta ujian. Wastafel untuk mencuci tangan dan Hand Sanitizer juga kita sediakan. Sebelum masuk wajib menunjukkan hasil rapid test kepada petugas. Pengawas di ruang ujian  yang berinteraksi dengan peserta juga menggunakan face shield atau pelindung wajah. Semua berjalan dengan lancar dan telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Pelaksanaan UTBK dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 5 Juli hingga 8 Juli 2020. Satu hari terbagi 2 sesi, yakni sesi 1 jam 09.00 – 11.15 WIB dan sesi 2 jam 14.00 – 16.15 WIB. Jeda kurang lebih 2 jam digunakan untuk melakukan sterilisasi ruangan.

“Peserta yang melaksanakan UTBK di PENS sebanyak kurang lebih 1.200 peserta. Dalam sehari terbagi dua sesi, satu sesi sebanyak 150 peserta sehingga sehari mampu hingga 300 peserta. Peserta yang belum melakukan rapid test  kita berikan kesempatan untuk melakukan rapid test dan mengikuti ujian keesokan harinya, yang terpenting sesuai dengan protokol kesehatan. Kami juga membawa tim kebersihan untuk mensterilisasi ruangan setelah digunakan ujian” ujar Bambang Arip Dwiyantoro, ST. MSc. PhD selaku penanggung jawab lokasi dari ITS. (Hum)