Surabaya, pens.ac.id – Sebagai salah satu dari agenda pengawalan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (BEM PENS) telah usai menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal yang berlangsung selama dua hari (26-27/6). Bertempat di Gedung Pascasarjana PENS, kegiatan diikuti oleh 87 tim lolos pendanaan, yang terdiri dari 37 tim asal PENS dan 50 tim lainnya berasal dari delapan perguruan tinggi di sekitar Surabaya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB di Ruang Teater Gedung D3. Dengan sambutan dari Ir. Anang Budikarso, MT selaku Wakil Direktur Bidang Akademik, kegiatan secara resmi dibuka. Tidak hanya mahasiswa, empat tim reviewer dari Kemenristekdikti pun tampak hadir sebagai penguji dalam momen tersebut. Usai pembukaan, setiap tim bergantian memasuki ruang kelas masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan untuk melakukan presentasi.

Rutin diselenggarakan setiap tahun, kegiatan ini merupakan tahap lanjutan untuk menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang ke-32. Terbagi menjadi beberapa kloter, setiap tim mempresentasikan progres karya mereka serta terdapat sesi tanya jawab dengan tim reviewer selama 10 menit. “Karena diadakan di PENS, seneng sih bisa lihat suasana baru, acaranya kondusif, sambutan dari panitianya juga hangat,” tutur Yeni Veronika Rushadi, salah satu peserta dari Universitas International Semen Indonesia (UISI) Gresik.

Tidak hanya itu, sejumlah stand EXPO dari tim PKM PENS turut memeriahkan kegiatan monev eksternal kali ini. Diharapkan, mahasiswa dapat terus mengembangkan serta mengimplementasikan karyanya kepada masyarakat. Selain itu, delegasi PENS juga dapat melanjutkan langkahnya menuju PIMNAS 32. “Walaupun tim yang lolos pendanaan tidak sebanyak tahun lalu, semoga tim-tim yang lolos tahun ini dapat sebanyak mungkin masuk di PIMNAS 32,” pungkas penanggungjawab kegiatan yakni Faris Rahmatullah. (biy/dya)

wpChatIcon
EnglishIndonesian