Surabaya, pens.ac.id – Energi Baru Terbarukan (EBT) semakin gencar dikembangkan di Indonesia. Sebagai bentuk kontribusi dalam pengembangannya, Himpunan Mahasiswa Sistem Pembangkit Energi (Hima Energi) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah mengadakan Energy in Challange (ENERGIC) 2019 bertajuk “Optimalisasi Sumber Energi Alternatif Menuju Kemandirian Energi Nasional”. Salah satu serangkaian acara tersebut yakni Sayembara Inovasi Energi (SINERGI) yang merupakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Jawa, Madura, dan Bali untuk mahasiswa yang usai diselenggarakan pada Sabtu (2/2).

Tema karya tulis yang diusung yakni Diversifikasi Energi Guna Mewujudkan Kemandirian Energi dan Ketahanan Energi Nasional dengan tiga sub tema yang berbeda. Diikuti oleh 111 tim, total tim yang berhasil lolos hingga tahap presentasi sebanyak enam tim dari berbagai Perguruan Tinggi. Diantaranya, PENS, sebanyak dua tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Setiap tim yang terdiri dari tiga orang pun berkesempatan untuk memaparkan gagasan mereka dihadapan tiga juri. Bertempat di Ruang PS.01.09 Gedung Pascasarjana, inovasi yang diberikan oleh masing-masing tim mendapatkan kesan positif dari para juri. “ Para tim yang telah presentasi sangat bagus, karena disini mereka telah membuat ide-ide atau inovasi untuk menyikapi permasalahan energi di Indonesia,” ujar Rifah Amalia, S.T., M.T. selaku dewan juri.

Keenam tim yang lolos turut berkesempatan hadir dalam Energy Talk pada Minggu (3/2). Bincang santai yang bertajuk “Peluang Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di Era Disrupsi Global” ini, dihadiri oleh pembicara yang ahli dibidangnya. Diantaranya Victor Wirawan, Tugino, ST., M.T, dan juga Dr. Havidh Nazif, S.T., S.H., M.M. Tidak hanya diskusi, pengumuman pemenang turut dibacakan pada acara tersebut. Yang mana Tim dari UNS yang diketuai oleh Muhammad Zahril memperoleh juara satu serta presentasi terbaik, kemudian juara dua sekaligus best paper diperoleh PPNS dengan ketua tim Nafi Rararia, dan juara tiga oleh UGM dengan ketua Abi Rilo. (umi/dya)

 

 

 

wpChatIcon
EnglishIndonesian