Surabaya, pens.ac.id – Penerimaan mahasiswa baru jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) 2019 telah resmi dibuka pada Senin (4/2). Dengan dibukanya pendaftaran pada jalur seleksi tersebut, dua Politeknik di Surabaya yakni Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) telah usai menyelenggarakan Press Conference yang dihadiri oleh berbagai media di Jawa Timur. Bertempat di Ruang PS-01.10 Gedung Pascasarjana PENS, kegiatan dibuka oleh sambutan dari Direktur PENS yakni Dr. Zainal Arief, ST., MT.Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi tersebut, saat pemaparan disampaikan oleh direktur pens, wakil direktur bidang akademik yakni Dr. Indra Adji Sulistijono, ST., M.Eng, dan Dr. Rusminto Tjatur Widodo,ST serta Adi Wirawan Husodo, ST., M.T selaku wakil direktur bidang akademik PPNS. “Seperti yang telah diketahui, PMDK-PN ini merupakan jalur seleksi masuk Perguruan Tingi Negeri vokasi dengan menggunakan seleksi akademik dan prestasi non akademik yang telah didapat dalam tingkat nasional maupun internasional. Jalur ini pun dibuka untuk lulusan SMA/SMK sederajat ditahun ini,” ungkap Dr. Zainal Arief, ST., MT.

Saat berlangsungnya diskusi, diungkapkan bahwa terdapat 42 politeknik yang tergabung dalam jalur tersebut. Peminat pendaftar setiap tahunnya selalu meningkat. Sehingga, target pendaftar PMDK-PN Nasional tahun ini akan mengambil sekitar 115.000 hingga 120.000 pendaftar. Disampaikan pula bahwa PENS mengalokasikan sebesar 30% dari 750 kursi untuk PMDK-PN, sedangkan PPNS mengalokasikan sebanyak 40% dari total 704 mahasiswa baru.

Pada proses pendaftaran, adapun perbedaan dari tahun sebelumnya yakni pada website dengan tampilan baru dan mudah  untuk diakses saat proses mendaftar. “Jalur ini secara proses tidak ada yang berbeda dengan tahun lalu, hanya saja berbeda pada tampilan website, kemudahan akses, serta penyampaian informasi yang lebih mudah dan user friendly. Semoga pada jalur ini dapat menampung aspirasi para pendaftar dengan menyediakan pendidikan vokasi yang berkualitas,” imbuhnya. (umi)