Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka mencari bibit baru Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) dan mempersiapkan delegasi terbaik untuk Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2019, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) usai melakukan seleksi Mawapres pada Kamis (27/12). Bertempat di Ruang B 201, B 202, dan B 203 Gedung D4 PENS, kegiatan tersebut diikuti oleh delapan peserta yang telah melakukan beberapa pemberkasan. Pada seleksi ini terdapat beberapa tahap yang dilalui diantaranya mengenai capaian prestasi, kemampuan bahasa inggris, dan juga Karya Tulis Ilmiah  (KTI).

Pada proses ini, masing-masing peserta diminta untuk membawa karya Curriculum Vitae (CV), KTI, dan sertifikat dari prestasi yang telah diraih. Setiap peserta pun bergantian untuk di wawancara. Diawali dengan pertanyaan seputar kebangsaan Indonesia beserta prestasi dengan juri yang menilai diantaranya Adnan Rachmat Anom Besari, S.ST., M.Sc., Ir. Anang Budikarso, M.T. dan Gilang Heru Kencana yang merupakan Mawapres tahun sebelumnya. “Ditahap ini kami menanyakan mengenai lomba yang pernah diikuti, Indeks Prestasi, lokakarya, serta pengujian nasionalisme dan kebangsaan Indonesia,” ungkap Ir. Anang selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan.

Kemudian terdapat pengujian kemampuan bahasa Inggris yang dilakukan oleh Dias Agata S.S., M.Pd. dan Radina Anggun Nurisma, S.Pd., M.Pd. Pada tahap terakhir yaitu proses penilaian KTI yang telah dibuat oleh masing-masing peserta. Tidak hanya itu, turut dilakukan presentasi untuk memaparkan karya tulis yang telah dibuat. Peserta tampak antusias untuk melakukan yang terbaik. Juri yang andil pada tahap ini diantaranya Dimas Okky Anggriawan, S.T., M.T. dan Dwi Kurnia Basuki, S.Si., M.Kom.

Serangkaian seleksi berakhir pada pukul 14.00 WIB. Selanjutnya akan dilakukan penentuan juara satu, dua, tiga dan finalis. Peserta yang dipilih menjadi juara satu yakni mahasiswa yang unggul dalam proses seleksi yang telah dilakukan, dimana nantinya akan bersaing di tingkat nasional. “Mahasiswa yang terpilih nanti kami akan lakukan pembekalan dari KTI, Bahasa Inggris, maupun prototype yang akan dibuat dengan semaksimal mungkin, dan target kedepannya semoga bisa meraih juara satu,” imbuhnya. (umi/res)