Surabaya, pens.ac.id – Dalam rangka pembinaan para tenan inkubator , PENS Sky Venture kembali menyelenggarakan “Business Matching”   di Dyandra Gramedia Expo Surabaya (15/10). Acara yang digelar pukul 08.00 WIB ini,  dihadiri oleh 66 stakeholder dari Kemenristekdikti, industry, institusi pendidikan, perbankan, media dan perusahaan lain  yang ingin mengembangkan bisnisnya.   Dengan mengangkat tema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Ekosistem Digital Kreatif”,  diharapkan bisa menjadi tempat para tenan untuk bertemu para stakeholder supaya bisa mensinergikan dan saling berkolaborasi.

Kegiatan yang diadakan setiap tahun ini, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, disusul sambutan oleh  Direktur PENS, Dr. Zainal Arief. Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi materi dari Bekraf dan Ristekdikti.  Kemudian dilanjutkan dengan penampilan startup  dan pengumuman The Best Pitching.

Edi Satriyanto, M.Si , Wakil Direktur 4 Bidang Kemitraan dan Ventura mengatakan, masing-masing tenan diberi kesempatan untuk mempresentasikan produk inovasinya termasuk kompetitornya. Untuk penilaian dinilai dari presentasi masing-masing startup meliputi  sisi kelayakan, peluang bisnis, dan kekuatan teknologi. Dengan harapan,  bangsa Indonesia bisa berkompetisi, mandiri, dan menghasilkan industri teknologi  yang bermanfaat.

Dalam pengumuman The Best Pitching, Riliv menjadi pemenang sebagai  juara 1. Riliv adalah aplikasi atau layanan konseling online yang menghubungkan seseorang yang memiliki masalah pribadi dengan psikolog yang professional. “ Perasaan saya senang sekali bisa menjadi juara dan bisa presentasi ke para stakeholder, karna bisa membuka chanel untuk kita. Harapannya, masyarakat yang punya masalah pribadi bisa memanfaatkan Riliv, dan kita bisa bekerja sama dengan para stakeholder.”, ujar CEO Founder Riliv, Audrey Harley.

Selain Riliv, para startup lainnya juga tidak kalah menarik,  salah satunya adalah KICO. KICO sebuah perangkat Audio Mastery burung berkicau yang berguna untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas kiacauan burung dan menurunkan stres pada burung. Riza CEO team KICO mengatakan, meskipun tidak sebagai juara, harapannya bisa menjalin kerjasama dengan para stakeholder, dan aplikasi ini bisa digunakan masyarakat. (Hum/pp)